11.148 Kotak Suara Di Lepas Ke 243 Desa di 17 Kecamatan se Kabupaten Sergai




Berita24.id  : Sergai (Sumut) — Pemkab Serdang Bedagai (Sergai), terus memantau pendistribusian Logistik Pemilu Tahun 2019 kesejumlah titik. Dimana sebelumnya sudah dilakukan pelepasan dari Gudang Logistik KPU Sergai di Dusun I Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah.

Bupati Sergai Ir.H.Soekirman, Forkopimda, Ketua KPU Sergai Erdian Wirajaya, S.Sos, Bawaslu, Kepala OPD, Camat Sei Rampah, Kepala Desa Firdaus Edi Con Sinulingga, serta para undangan.

Sambutan Ketua KPU Sergai Erdian Wirajaya, S.Sos, Pelepasan pendistri busian logistik Pemilu Tahun 2019, berjumlah 11.148 Kotak Suara di lakukan menggunakan Truk dengan jumlah 22 unit yang akan di distribusikan ke 243 Desa di 17 Kecamatan untuk 2.171 TPS se-Sergai.

Pendistribusian logistik Pemilu Tahun 2019 ini mengutamakan daerah terpencil seperti Dolok Masihul, sipispis, silinda, bandar Khalifah serta ditargetkan selesai keseluruhan pada hari ini sampai di Kecamatan dan keseluruh TPS hingga H-1.

Diharapkan seluruh masyarakat dapat hadir menggunakan hak suaranya di TPS sebab kami meyakini masyarakat Sergai cerdas dan bertanggung jawab guna memenuhi target 77,5 persen partisipasi masyarakat dalam Pemilu Tahun 2019 ini.

Sambutan Bupati Sergai Ir.H.Soekirman, Tahapan demi tahapan telah dilaksana kan hingga hari ini adalah pendistribusian logistik Pemilu Tahun 2019 yang dalam pelaksanaannya dilaksanakan oleh PT. Pos Indonesia menuju kecamatan-kecamatan terjauh terlebih dahulu dan diharapkan dapat sampai tepat waktu dan tidak ada suatu halangan apapun.

Salah satu tuntutan reformasi adalah pemilihan langsung. Sejak reformasi 1998 itu masyarakat Indonesia telah melaksanakan 7 (tujuh) kali Pemilu hingga saat ini.

Jika kita lihat secara fisik, jumlah kendaraan dan muatan logistik Pemilu Tahun 2019 yang akan didistribusikan menjadi lebih banyak dari pemilu sebelumnya. Hal ini disebabkan didalam kelengkapan pemilu tersebut ada 5 jenis kertas suara yaitu DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPD, DPR Pusat, serta Presiden/Wakil Presiden.

Untuk itu hari ini saya ingatkan pemilu adalah konsekuensi dari negara demokrasi yang bertujuan menyampaikan mandat dari masyarakat sebagai bentuk kepercayaan dari masyarakat.

Harapannya agar kita menjaga proses legitimasi pemilu ini yang bebas, rahasia, jujur dan adil. Hal ini dapat dianalogikan dengan olahraga terjun payung yang tidak boleh ada kesalahan (zero tolerance), artinya semua penyelenggara pemilu harus berhati-hati dan tidak boleh melakukan kesalaham dalam melaksanakan tahapan-tahapan pemilu ini.

Segala hal yang telah kita lakukan dengan baikpun masih tetap saja ada pihak yang akan mengganggu jalannya pemilu ini, hal yang kita anggap aman belum tentu menjadi jaminan.

Untuk itu agar jangan ada yang main-main dan ceroboh meski hanya sekedar mengantarkan APK Pemilu ini ke daerah-daerah sebab tugas ini bukan kerja biasa tetapi extraordinary job atau kerja yang sangat penting.

Kepada para sopir truk pengangkut logistik hendaknya harus bangga bukan hanya sekedar menjadi sopir, namun para sopir telah berperan penting dalam menggerakkan demokrasi di Indonesia, demikian juga pihak keamanan seperti TNI/Polri yang melakukan pengawalan pengamanan pendistribusian logistik Pemilu Tahun 2019 ini, jika perlu diberikan penghargaan untuk semua pihak yang telah berperan mensukseskan pesta demokrasi ini.

Kepada masyarakat yang telah memiliki hak pilih dihimbau menggunakan hak pilihnya dengan datang ke TPS beramai-ramai sebagai bentuk masyarakat yang bertanggung jawab dalam suksesnya demokrasi di NKRI yang kita cintai ini.(Redha)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.