Ada TKI Mengadu Soal KTKLN, Jokowi Langsung Panggil Nusron




Foto: Jokowi di Hong Kong (Bagus-detikcom)

Jokowi di Hong Kong. Foto Bagus-detikcom

berita24.id : Jakarta – Presiden Jokowi mendapat sambutan meriah saat menemui WNI di Hong Kong. Sebagian besar dari WNI tersebut merupakan buruh migran atau tenaga kerja Indonesia (TKI).

Jokowi kemudian memberikan sambutan setelah sebelumnya menyalami warga yang hadir di Asia World Expo, Hong Kong, Minggu (30/4/2017). Dia hanya berbicara sedikit tentang kemajuan yang diraih Indonesia beberapa tahun terakhir, selanjutnya Jokowi berdiskusi interaktif.

Seorang buruh migran bernama Ida Nursanti asal Pekalongan pun menyampaikan keluhannya soal Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN). Menurut dia itu sangat menyusahkan para buruh migran.

“Saya banyak dengar dari teman-teman kalau mau pulang ditanyain KTKLN, itu katanya,” ujar Ida yang disambut tepuk tangan dan sorai ribuan buruh migran yang hadir.

“Memang KTKLN itu masih ada?” tanya Jokowi balik.

Alis Jokowi mengernyit dan pandangannya kemudian diarahkan ke depan panggung di mana para buruh migran duduk. Jokowi lalu melayangkan pandangnya lagi ke Ida.

“Ada Pak, masih ada oknum di bandara yang mengharuskan kita tunjukkan KTKLN,” jawab Ida.

Mendengar Jawaban itu, Jokowi langsung memanggil Kepala BNP2TKI Nusron Wahid ke panggung. Nusron mendekat di antara Jokowi dan Ida.

Jokowi lalu kembali menghadap ke depan. Nada suaranya sedikit lebih tinggi dari sebelumnya.

“Saya sudah perintahkan agar tidak ada yang menghambat TKI kita! Sudah saya perintahkan, ini akan saya cek di lapangan bener? Ini biar dijawab langsung oleh Kepala BNP2TKI, Ini langsung yang bertanggung jawab,” kata Jokowi disambut sorai para buruh migran.

Nusron pun langsung memegang mikrofon untuk menjawabnya. Dia menjawab dengan perlahan.

“Sejak tahun 2015 pada masa awal pemerintahan Pak Jokowi, KTKLN tidak diwajibkan. Bagi yang cuti cukup punya visa kerja dan kontrak kerja, tidak ada yang lain,” jawab Nusron.

Setelah mendengar jawaban Nusron, Jokowi lalu meminta kepada para TKI yang dipersulit oknum untuk melapor. Sehingga pelakunya bisa ditindak.

“Pasti ada oknum-oknum yang ingin mempersulit, ingin menghambat ingin membuat hal-hal yang sebetulnya mudah menjadi sulit. Tolong itu dilaporkan, akan kita lihat di lapangan seperti apa. Tidak boleh seperti itu, nanti dicatat siapa, kantornya di mana catat, biar semuanya jelas, saya tidak mau mendengar hal-hal seperti ini lagi,” ungkap Jokowi.
(bag/rvk)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan