Advertorial : JMS Di Kaur Berikan Penerangan Tentang BULLYING Kepada Anak Sekolah




Berita24.id  : Kaur (Bengkulu) — Jaksa Masuk Sekolah (JMS) adalah Suatu program yang rutin yang di lakukan oleh Kejaksaan Negri Kaur.

Hal itu Mengingat JMS adalah program Kejaksaan Agung RI dan jajaran korps Adhyaksa diseluruh wilayah Indonesia yang lahir berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor : 184/A/JA/11/2015 tanggal 18 Nopember 2015 tentang Kejaksaan RI mencanangkan program Jaksa Masuk Sekolah.

Program tersebut merupakan upaya inovasi dan komitemen Kejaksaan RI dalam meningkatkan kesadaran hukum kepada warga negara khususnya masyarakat yang statusnya sebagai pelajar.

Kali ini Kejaksaan Negri Kaur melaksanakan kegiataannya kepada para siswa Sekolah Madrasyah Iptidaiyah Negri (MIN) 1 Kaur (desa pasar baru) Dan Sekolah Dasar (SD) Negri 26 Kaur (Desa Nusuk) yang menerima penyuluhan hukum dan penerangan hukum dari petugas Kejaksaan Negeri Kaur.

Untuk diketahui dalam kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang dilakukan pada Rabu, tanggal 31 Juli 2019 kemaren, dimana dalam kegiatan tersebut para petugas yang tergabung dalam Tim Jaksa Masuk Sekolah (JMS) mencoba mengeksplorasi pengalaman para siswa tentang perilaku bullying di sekolah mereka.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negri Kaur, Pofrizal SH. selaku Ketua Tim JMS menyampaikan bahwa perilaku bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah adalah bibit mula perilaku kekerasan yang terjadi di lingkungan sosial.

“Banyak anak menjadi pelaku tindak pidana, karena melihat perilaku bullying adalah hal biasa yang terjadi di lingkungan sekolah” ujarnya,

Kasi intel menambahkan bentuk perilaku bulliyng setidaknya ada empat macam yakni bullying verbal seperti mengejek, memberikan panggilan nama (name calling), seperti nama orang tua, bullying fisik seperti memukul, menjambak, mendorong, mengunci dalam ruangan, bullying sosial seperti mempermalukan seseorang di depan umum, mentertawakan, melihat dengan sinis, menampilkan ekspresi muka atau bahasa tubuh yang merendahkan.

Kemudian bentuk bullying cyber seperti mengirimkan sms atau email berisi hinaan atau ancaman, menyebarkan gosip atau berita burung yang tidak menyenangkan lewat sms, email, status updates, atau komentar di jejaring sosial (facebook, twitter, google+, instagram dll)

Selain itu banyak siswa tidak menyadari bahwa bullying itu memiliki aspek hukum dimana perbuatan bullying dalam kategori tertentu mempunyai konsekuensi pidana seperti bentuk tindak pidana penghinaan, penganiayaan, pemerasan.

Selanutnya adapaun tujuannya dilakukan JMS ini untuk mengingatkan agar para siswa tidak lagi menganggap bullying adalah sesuatu hal yang lucu, candaan atau gayaan-gayaan, Ujar Pofrizal Pada saat Penyuluhan Hukum kepada para siswa dan siswi tersebut.

Dilanjutkannya sosialisasi tentang penanganan perkara dan tindak pidana bullying. Pelaku bullying terhadap anak dapat dikenakan pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku cyber bullying dapat dikenakan pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,”imbuhnya.

Sementara itu Kepala Sekolah MIN 1 Kaur Jamila Abbas Mengatakan sangat berterima kasih kepada pihak Kejari Kaur Yang telah sempat mengadakan penyuluhan hukum tentang Bullying kepada siswa-siswi di Sekolah ini

“Kita berharap dengan adanya kegiatan ini anak-anak dapat mengerti dan sadar betapa bahaya berprilaku buruk terhadap teman sendiri, sehingga bisa menyebabkan pidana,”tutupnya.(ADVERTORIAL)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.