Aktivis HAM : Kami Mesuji Lampung Cinta Damai, Bukan Pelaku Bentrok




Berita24.id : Mesuji —  Bentrokan antar warga yang kerap terjadi di kawasan Register 45 Sungai Buaya Kabupaten Mesuji, Propinsi Lampung dinilai konflik yang berkepanjangan berdampak buruk bagi nama kabupaten yang berada di penghujung propinsi lampung tersebut. Hal ini sebagaimana dikatakan Ketua Dewan Pimpinan Pusat Komisi Perlindungan Hukum dan Hak Azazi Manusia, Rizwan Mura, Jumat (19/07).

Rizwan menegaskan bahwa mereka para oknum yang terlibat dalam bentrokan dapat dipastikan bukan warga asli mesuji. “Bentrok di mesuji itu baik pelaku dan korban tidak ada yang asli warga mesuji, semuanya oknum pendatang dari oki sumsel dan para perambah liar dari mana asal mereka kita tidak tau, ” tegasnya.

Atas insiden yang telah terjadi, ia juga meminta kepada aparat keamanan agar serius menanganinya yang mana wilyah kabupaten mesuji termasuk pecahan dari Kabupaten Tulangbawang.

“Sebagai warga lampung yang memiliki wilayah mesuji sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) pecahan dari kabupaten Tulang Bawang meminta kepada aparat penegak hukum dalam hal ini Kapolda, Kapolres agar mengusut kasus tersebut secara tuntas, ” lanjutnya.

Putra asli menggala yang masih berdarah kerajaan tulang bawang ini juga menegaskan bahwa keberadaan kelompok kelompok warga tersebut dinilai hanya akan memperburuk citra kabupaten mesuji dimata publik.

“Kelompok kelompok tersebut memang sudah sangat meresahkan masyarakat di mesuji serta hal ini membuat malu nama mesuji lampung, seakan akan kami di mata publik adalah manusia yang buta hukum dan brutal tanpa prikemanusiaan, ” tegasnya.

Tak hanya itu, pemuda penggiat hukum dan hak azazi manusia ini juga meyakinkan bahwa warga asli pribumi mesuji lebih toleran serta menjunjung tinggi perdamaian.

“Sekali lagi dapat kami jelaskan bahwa pelaku pelaku tersebut bukanlah warga mesuji lampung, Kami masyarakat Lampung dan mesuji cinta damai antara semua suku suku yg ada di negara Indonesia, ” pungkasnya.

Sementara Sekertaris Daerah Kabupaten Mesuji Indra Kesumawijaya, mengatakan bentrok tersebut tentunya sangat merugikan  masyarakat dan Kabupaten Mesuji. “Saya sebagai salah satu putra daerah sangat menyayangkan peristiwa ini harus terjadi di Mesuji. Sebab, belakangan kita ketahui kedua kelompok massa yang bertikai ini bukan masyarakat Mesuji, inilah salah satu faktor yang membuat citra Mesuji dikenal menyeramkan. Padahal sebenarnya tidak demikian, kami di Mesuji ini hidup damai, rukun, bahkan sangat menjaga serta menghormati baik antar suku, agama maupun kelompok masyarakat,”sesalnya.

Diakuinya, akibat bentrok tersebut tentunya sangat merugikan citra Mesuji. Terlebih, lanjut Indra, bahwa bentrok itu dipicu akibat perebutan lahan yang notabenmya milik pemerintah yang dikuasakan ke pemegang HGU kawasan register 45.

“Keributan yang terjadi ini isu nya dipicu karna perebutan lahan register yang ada di Mesuji ini. Harapan kami Pemerintah Daerah, dan masyarakat semoga masalah ini cepat selesai dan tidak berkepanjangan, karena ini menyangkut nama baik Kabupaten Mesuji,”tukasnya. (rd)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.