Anggota DPRD Bandarlampung Minta Rekayasa Lalu Lintas Underpass Unila Ditinjau pada Jam Sibuk




Berita24.id  : Bandar Lampung — Rekayasa lalu lintas yang diterapkan oleh Polresta Bandarlampung di jalan bawah tanah (underpass) Unila karena dipercantik selama 15 mendapat tanggapan dari anggota DPRD Kota Bandarlampung.

Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Bandarlampung Ali Wardana, mengapresiasi Walikota Bandarlampung dalam hal ini Dinas Pariwisata untuk mempercantik tembok underpass Unila. Namun demikian, ia mengharapkan agar kegiatan tersebut jangan mengganggu kepentingan masyarakat banyak. “Kita mengapresiasi pengecatan atau melukis dinding underpass yang dilakukan Pemkot Bandarlampung. Tetapi juga kegiatan tersebut tidak merugikan kepentingan masyarakat banyak,” ujar Ali Wardana, Senin (9/9/2019).

Oleh karena itu, anggota Dewan meminta agar penutupan underpass Unila tidak dilakukan pada saat jam sibuk pagi hari dan sore hari. Karena akan menganggu masyarakat yang akan melakukan aktivitas. “Untuk itu, pengecatan bisa dilakukan setelah jam-jam sibuk. Sebab, kasihan masyarakat, pelajar, mahasiswa, pengguna jalan ini kalau rekayasa lalu lintas diteterapkan selama 24 jam,” ujar Ali Wardana.

Diketahui, Satlantas Polresta Bandarlampung telah melakukan rekayasa lalu lintas jalan underpass Unila sejak Sabtu (7/9/2019). Rekayasa lalu lintas ini kata Kasat Lantas Polresta Bandarlampung AKP Reza Khomeini, akan berjalan dua minggu.

Model rekayasa yang dilakukan yakni, pada minggu petama dikerjakan dari arah Tanjungkarang menuju Rajabasa, sehingga arus lalu lintas dari kota menuju Rajabasa melewati underpass ditutup, dan dialihkan ke lajur kiri.

Kemudian, minggu kedua pengerjaan dilakukan dari arah Rajabasa menuju Tanjungkarang, maka arus lalu lintas dari Rajabasa menuju kota lewat underpass ditutup, dan dialihkan ke lajur kiri. “Kita tempatkan juga personel di jam-jam padat guna mengurai kepadatan. Diharapkan pekerja selesai dengan tepat waktu,” kata Kasat Lantas

Sebanyak 50 seniman mural Lampung menghias underpass Unila dengan gambar bawah laut. Seniman yang tergabung dalam Kuas Lampung itu memulai kegiatan pada Sabtu, 7 September 2019. (*)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.