Berdalih Penggusuran Lahan, SMP 7 Bayung Lincir Diduga Pungli




Berita24.id  ; Muba (Sumsel) — SMP 7 Bayung Lincir di duga melakukan Pungutan Liar (pungli) hingga ratusan ribu. Akibat pungli tersebut SMP7 Bayung Lincir terkesan kangkangi program pemerintah sebagai mana mewajibkan siswa-siswinya belajar 9 tahun secara gratis.

Mirisnya, Pungli yang dibebankan kepada siswa – siswi tersebut tidak lain untuk penggusuran lahan sekolah. “Ia kami diminta mengeluarkan dana Rp125.000 persiswa. Itu kami terima sebagai mana yang disampaikan oleh Badan komite sekolah,”jelas salah satu wali murid yang enggan namanya dipublikasi kamis (15/8)

Dikatakannya, meskipun uang pungutan tersebut sudah terkumpul tetapi kenyataannya sampai sekarang belum terlaksana penggusuran.

“Memang waktu itu kami rapat guna sumbangan penggusuran lahan disekolah jumlah per siswa 125000. Saat ini dana itu Terkumpullah uang sebesar Rp35 JT guna sewa alat berat tetapi kenyataan nya sampai sekarang belum terlaksana,”tukasnya.
Saat di konfirmasi Kepala Sekolah SMP 7 Bayung Lincir Feri berdalih bahwa dirinya tidak tau menahu masalah peggusuran tersebut itu inisiatif kepala sekolah lama.
“Saya di sini baru pak saat di konfirmasi kepala sekolah SMP Negeri 7 yang lama bapak Sailan memang benar ada pungutan itu tetapi uang nya sekarang tidak dengan saya ada pada komite bapak Temon. “Tikasnya.
Sampai saat berita ini di turunkan belum terlaksana nya penggusuran lahan sekolah tersebut .(*/agus)



Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.