Diduga Keruk Keuntungan Besar, Pembangunan Rabat Beton Gunakan Sirtu




Berita24.id  : Kaur (Bengkulu) —  Pembangunan rabat beton milik Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Tanjung Ganti II Kecamatan Kelam Tengah Kabupaten Kaur diduga syarat penyimpangan. Pasalnya, material pembangunan yang digunakan oleh Desa terkesan tidak memiliki kualitas sehinga terkesan hanya mencari keuntungan sebanyak-banyaknya.

Dari pantauan Reporter Berita24.id Hari ini Juma’at (08/11/19) dilokasi pekerjaan tersebut nampak jelas bahan matrial yang tidak memenuhi standar. Pembangun tersebut sudah Hampir selesai seratus persen.

Dari beberapa titik yang dilihat, nampak terlihat pada bagian Tanahnya tidak digali, hanya ditimbun atau dilapisi dengan Matrial Sirtu (Pasir Batu) yang tak lazim dilakukan pada semestinya.

Seperti yang kita ketahui Pembangunan Rabat Beton Yang dikerjakan pada Desa Tanjung Ganti II Kecamatan Kelam Tengah ini bersumber dari DD, dan ini terlihat dari papan Informasi yang dipasang di Lokasi Pekerjaan yang tidak jauh dari tempat para pekerja.

Pembanguan Rabat Beton tersebut  dengan Nilai Pagu Dana Lebih Kurang 500 Juta Rupiah, dengan Volume Panjangnya 517 Meter.

Untuk memastika  itu, Reporter mencoba menemui Kepala Desa Tanjung Ganti II, namun sayang saat disambangi Dikediaman Rumahnya kepala desa tersebut sedang tidak Berada ditempat, berdasarkan keterangan Istrinya sedang lagi Pergi Keluar Rumah.

Terkait Hal tersebut Kepala Inspektorad Kabupaten Kaur Three Marnope M. Pd Saat datangi dikediamnnya Juma’at 08/11/2019, ia menerangkan Kami dari Pihak Inspektorad Kaur akan tetap bertindak tegas ketika itu Nanti memang terindikasi merugikan Negara.

“Pihak Inspektorad akan mengecek hal tersebut. Kita tunggu laporannya. Kita akan kaji terlebih dahulu, sebab, pihaknya Hanya memeriksa Sebatas Kwantitas bukan Kwalitas karna ketika saat Pengauditan ditemukan mengurangi Volume tetap akan kita Proses,  tapi selagi mereka pihak desa (Kades) mau mengembakikan Kerugian itu maka Permasalahanya selesai,”paparnya.

Dikatakannya, Kami tidak bisa menentukan Desa itu bersalah Ketika Pekerjaan Mereka Tersebut Tidak mengurangi Volume, tetapi jika ditemukan Volumenya kurang Pihak Inspektorad baru Bisa menentuakan Kerugian Negaranya,  selebih itu Wewenang TIM Ahli dan BPK,  tukasnya.

Ditambahkannya Three, saat ini saja selama saya Menjabat Kepala Inspektorad Kaur Sudah Ada Tiga Desa yang mengembakikan kerugian negara tersebut.

Pachroel Rozi Anggota Lembaga Informasi Publik Untuk Transparansi dan Advokasi Negara (Liputan) Berharap Kepada Pihak pengelola dana Desa Tanjung Ganti II agar menggunakan Dana Desa tersebut sesuai dengan Peruntukannya agar tercipta bangunan yang berkwalitas, bermanfaat,  serta Transparan.

“Kita harapkan Kades tersebut transparan jangan hanya menguntungkan diri sendiri tanpa memikirkan kualitas bangunan,”tukasnya Rozi (iksan)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.