Diduga Pungli Berkedok Ucapan Terimakasih, Ini Jawab Disdukcapil Kaur




Berita24.id  : Kaur) (Bengkulu) —- Adanya dugaan tebang pilih dalam pelayanan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kaur, ternya akibat adanya pungutan liar (Pungli) yang berkedok ucapan terimakasih. Hal itu tentunya menyebabkan pelayanan yang tidak maksimal dalam memberikan pelayanan.

Seperti yang dikatakan salah seorang Sumber yang enggan namanya dipublis, mengatakan kepada media ini bila masalah pungli dirinya tidak tau, tetapi yang saya tahu ada yang kasih uang untuk tanda terima kasih,  tapi dengan adanya tanda ucapan trimaksih itu sehingga terciptanya ada yang dilayani cepat dan ada yang lambat.

“Saya kurang mengetahui seperti apa itu pungli, sebab, yang saya tahu itu mereka mengatakan bahwa uang yang diberikan itu adalah ucapan terimakasih. Tetapi yang jelas, apapun dalihnya hal itu akan berdampak adanya pelayanan tidak maksima dan lambat. Karena mereka (petugas red) akan mendahulukan uang memberi uang dari pada yang tidak,”tukasnya.

Namun adanya dugaan itu, Sekertaris Disdukcapil Kaur langsung angkat bicara, bahkan pihak Disdukcapil menilai hal itu hanyalah kesalah pahaman saja. Keluhan masyarakat yang ingin meligalisir berkas untuk dijadikan salah satu persyatan Tes CPNS itu hanyalah kesalahan miskomnikasi saja, karna setelah kita panggil pegawai ternyata berkasnya tercecer karena terlalu banyak tumpukan berkas yang masuk.

“Hanya salah paham saja, tidak benar itu bila pelayanan kita dinilai tebang pilih,”Ujar Riko sapaan akrabnya Kepada reporter berita24.id saat ditemui diruang Kerjanya Kamis (21/11/19)
Diakui Riko bahwa setiap pekerjaan tentunya akan dinilai orang banyak, dan itu tentunya beda-beda dalam menanggapinya, tetapi memang terkhusus didalam pengeligalisiran kita prioritaskan membawa yang asli dulu karna kalau tidak bawa aslinya kita harus bolak balik melihat data.
“Jadinya terlalu repot, terpaksa kita pending dulu untuk menyelesaikannya. Sementara berkas yang memang sudah lengkap tentunya langsung kita proses. Untuk itu, kita tekankan bahwa kejadian kemarin hanyalah salah miskomunikasi seja,”tegasnya.
Dilanjutkan Riko, bahwa dalam pelayanan tentunya pihak Disdukcapi tetap mengacu berdasarkan urutan antrian.”Pelayanan yang diberikan tentunya berdasarkan nomor antrian,”imbuhnya.
Tak hanya itu, Riko juga menegaskan bahwa adanya dugaan Pungutan Liar (pungli) yang dilakukan oknum tentunya itu tidak ada.
“Kita pastikan itu tidak ada,  kalo memang terbukti ada yang pungli segera laporkan dan akan kita tindak tegas, apa lagi kalo Honorer l pastikan dipecat, tapi kalo karna ada hubungan teman mereka memberi untuk tanda terima kasih itu saya tidak tau,”tegasnya.
Lanjut Riko, memang kita akui untuk sekarang ini berkas memang numpuk, disebabkan ada berkas yang sudah selesai terpaksa harus diligalisir kembali, dikarnakan syarat dalam meligalisir itu harus di tanda tangani oleh Kepala Dinas (Kadis) Atau Sekretaris.
“Aturan itu berlaku semenjak ada Peraturan kemenpan RB terbaru yang legalisirnya harus Tanda Tangan sekretaris dan kadis,  tidak boleh kabid atau kasi eselon III B,  Atau Eselon IV, “paparnya.
Dipaparkanya, bahwa Pemberitahuan itu dari Kantor  BKD-PSDM, jika tetap legalisirnya ditanda tangani kabid atau kasi karna kalo tidak seperti itu, bisa berdmampak pada proses pengenifannye takut bermasalah.. (ikasan)



Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.