Diwarnai Perdebatan Sengit, RDP Pemkab Muba, PT Medco Energy Dan Masyarakat, Belum Mencapai Kesepakatan




Berita24.id : Muba (Sumsel) — Pertemuan lanjutan, Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pemerintah, PT Medco dan Masyarakat, Kamis, 18 Juli 2019 di ruang Banmus dprd muba belum tercapai kata sepakat.

Diketahui bersama RDP yang dimediasi oleh DPRD Kabupaten Muba ini merupakan kelanjutan dari RDP sebelumnya pada tanggal 27 Mei 2019, dimana pada pertemuan itu, disepakati agar PT Medco Energy melakukan inventarisasi, dan melakukan pembersihan terhadap lahan yang terdampak limbah minyak akibat bocornya pipa perusahaan tersebut, serta mengkalkulasi besaran kompensasi.

Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Andi Wijaya Busro, mengatakan bahwa DLH Kabupaten Muba telah melakukan inventarisasi lahan terdampak, yaitu 16,25 Ha. Pihaknya dan PT Medco Energi, telah dipanggil oleh Kementerian Lingkungan Hidup, yang mewajibkan kepada PT Medco untuk melakukan pembersihan tumpahan minyak dilahan dan sungai terdampak, dan selanjutnya melakukan pemulihan lingkungan, serta memberikan kompensasi.

“Mengenai kompensasi, diharapkan agar ditempuh dengan cara musyawarah dengan difasilitasi oleh Pemda Muba, dan bila tidak tercapai kesepakatan, KLH merekomendasikan agar menggunakan tenaga ahli, selanjutnya agar PT Medco melakukan Pemulihan Lingkungan dan melaporkannya kepada KLH,” jelas Andi.

Sementara itu kepala operasional SKK Migas Muba, Brian Setiawan, mengatakan bahwa, ada 12 Kepala Keluarga (KK) yang lahannya terdampak. Saat ini pengangkatan oil spill sudah 82 persen, mengenai kompensasi, pihaknya sudah melakukan musyawarah dengan 12 KK tersebut dan sudah 3 KK yang diberikan kompensasi, dalam hal ini tali asih, atas kesepakatan bersama.

Dalam kesempatan tersebut diputar ulang rekaman salah satu tv swasta yang menyorot masalah limbah PT Medco di lapangan. Sempat terjadi perdebatan sengit antara pihak Medco dan masyarakat yang diwakili oleh Ahmad Rivai Alias Kuyung Kritis, ketika reporter tv swasta tersebut menyebut ada ribuan hektar lahan terdampak limbah minyak.

Pihak Medco mengatakan keberatan dan tidak benar jika lahan yang terdampak luasnya ribuan hektar, menurutnya hanya 16,25 Ha (enam belas seperempat hektar). Kuyung kritis mengatakan, memang benar ada ribuan hektar, karena waktu hujan deras genangan air hujan yang tingginya sampai dua meter membawa limbah minyak ke lahan-lahan disekitarnya, kalau tidak percaya kita lihat sama-sama hari ini.

Sementara itu masyarakat yang lahannya terdampak limbah minyak mengatakan, bahwa mereka sudah tidak punya penghasilan lagi karena tidak bisa menanam tanaman pangan, dan tanaman lainnya sejak limbah minyak menggenangi sawah dan lahan mereka, dan mereka tidak mau kalau hanya diberikan tali asih sebagai kompensasi, bukan ganti rugi.

Rapat diskors dan dilanjutkan Kamis depan dengan agenda membahas hasil musyarawah dengan masyarakat yang belum mendapat kompensasi sebanyak 9 KK dan Pengemin sungai yang terdampak limbah. (agus)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.