DPMPTSP Lamteng Mulai Terapkan Sistem Perizinan Berbasis OSS

DPMPTSP Lamteng Mulai Terapkan Sistem Perizinan Berbasis OSS

78
0
BERBAGI
Foto Dewi : Kadis
Foto Dewi : Kadis
Foto Dewi : Kadis DPMPTSP) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) Drs. A. Helmi, MM saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (15/11) pagi tadi

Berita24.id : Lampung Tengah — Sistem perizinan terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS) bisa dimanfaatkan investor perusahaan maupun perorangan untuk UKM. Lewat sistem ini, investor dapat mengurus izin usaha secara online dari mana pun dan kapan pun.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) Drs. A. Helmi, MM saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (15/11) pagi tadi.

“Operasional OSS berlaku di seluruh Indonesia dan dapat diakses kapan pun dan di mana pun, bisa dari kamar hotel Anda melakukan investasi. Layanan OSS tersedia secara cloud di http://oss.go.id dan disebut-sebut akan tersedia juga dalam bentuk aplikasi di ponsel pintar (smartphone) berbasis android/iOS.” kata Helmi.

Lanjutnya, pengurusan izin usaha secara online ini bisa dimanfaatkan investor baik yang berstatus perseroan terbatas (PT), firma, persekutuan komanditer (commanditaire vennootschap/CV) koperasi, maupun perseorangan untuk perizinan usaha kecil dan menengah (UKM).

“OSS merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyederhanakan birokrasi dalam perizinan usaha dan menciptakan model pelayanan perizinan terintegrasi yang cepat dan murah, serta memberi kepastian.” ungkapnya.

Canggihnya, lewat OSS, izin usaha bisa langsung didapat investor dalam waktu singkat. “Izin berusaha akan didapat oleh pelaku usaha dalam waktu kurang dari satu jam. Persyaratan awal hanya KTP dan NPWP, ” jelasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, setelah mendaftar, maka si pelaku usaha akan mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). NIB tersebut disertai dengan komitmen persyaratan yang harus dipenuhi. “Setelah mendaftar maka akan muncul NIB, yang disertai dengan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi peserti Izin lingkungan Amdal dan PAL untuk perusahaan. Setelah lengkap berkas, maka disetorkan kepada DPMPTSP untuk dikirim ke pusat.” bebernya.

Setelah semua selesai, maka dalam jangka 1 bulan akan keluar Izin Operasional. Izin operasional inilah yang menentukan bahwa perusahaan tersebut sudah layak untuk peroperasi, ” Setelah semua selesai, mereka mengirimkan berkas ke kita dan kita upload ke pusat. Jangka 1 bulan barulah Izin Opeasionalnya keluar. Kalau udah keluar baru perusahaan itu bisa beroperasi yang menandakan perusahaan tersebut sudah layak beroperasi,” ucapnya.

Namun, tambahnya, OSS juga memiliki kendala, dimana tidak semua orang paham dalam mengoprasikan komputer. Disini yang menjadi tantangan bagi DPMPTSP kedepan untuk terus mensosialisasikan hal tersebut. “Alhamdulillah kita mendapatkan support dari Pemkab Lamteng. Untuk tahun 2019 kita sudah mendapatkan anggaran untuk mensosialisasikan OSS kepada seluruh masyarakat di 28 Kecamatan yang ada di Lamteng,” tambahnya.

Selain itu, Helmi juga menjelaskan terkait kepengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), masih banyak masyarakat yang telah mendirikan bangunan namun belum memiliki IMB.

“Untuk itu, kita terus berusaha mensosialisasikan untuk mengurus IMB. sebab, mengurus IMB tidak mahal. akan tetapi banyak dari masyarakat yang takut untuk mengurus IMB dikarenakan bayangan mereka untuk mengurus itu mahal. kebanyakan yang mahal itu karena mengurus melalui orang ketiga” cetusnya.

Seharusnya, masyarakat tidak perlu menggunakan jasa calo untuk mengurus IMB, sebab, jika menggunakan calo maka akan lebih mahal.

“Enak urus sendirilah, biayanya gak mahal kok. Malah lebih murah, jangan pakai jasa orang ketiga. Itu akan lebih mahal. Saya kasih rumusnya untuk IMB. Untuk rumah pribadi itu pakai rumus : P x L tanah x 0,4 persen. Sedangkan untuk perusahaan itu P x L tanah tanah x 2.6 persen dan untuk fasilitas umum P x L tanah x 0 persen,” jelasnya.

Terkait target PAD, DPMPTSP Kab Lamteng tahun 2018 telah melampaui target. Hingga saat ini telah mencapai 270 persen. ” Target kita pertahun 2018 PAD sudah mencapai 270 persen telah melampaui target. Sedangkan untuk perizinan itu targetnya 4000 izin dan insya allah percapai,” serunya.

Ia menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Lampung Tengah yang belum melakukan kepengurusan IMB agar segera dilengkapi,” Buat masyarakat yang belum urus IMB, segara urus. Kita siap untuk melayani sepenuh hati. IMB itu penting untuk menentukan keabsahan bangungan tersebut benar milik kita,” pungkasnya. (dewi/si)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY