DPRD Gelar PAW Dua Anggota DPRD Lamtim




Berita24.id : Lampung Timur — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) menggelar pergantian antar waktu (PAW) dua anggota DPRD setempat yakini Yusron Amirullah dari partai Nasdem yang di gantikan oleh Faizal Risa dan Sudibyo dari partai Golkar di gantikan Safrul Alamsyah. Jum’at (27/11/2020).

Kedua anggota DPRD tersebut mengundurkan diri karena ikut serta dalam kontes pilkada lampung timur tahun 2020, Yusran Amirullah mencalonkan diri sebagai Calon bupati lampung timur dan Sudibyo mencalonkan diri sebagai Calon wakil bupati lampung timur.

Sedangkan untuk pemberhentian Yusran Amirullah dan Sudibyo sebagai anggota DPRD kabupaten lampung timur sendiri telah dilaksanakan melalui rapat paripurna pada 11 September 2020 lalu. Pemberhentian kedua anggota DPRD tersebut telah mendapatkan persetujuan Gubernur Lampung.

Kemudian, untuk Faizal Risa dan Safrul Alamsyah menjadi anggota DPRD kabupaten lampung timur melakukan rapat paripurna istimewa pengucapan sumpah/janji pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD kabupaten lampung timur dengan sisa masa keanggotaan DPRD kabupaten lampung timur tahun 2019-2024.

Ketua DPRD kabupaten lampung timur Ali Johan Arif mengatakan, pengambilan sumpah/janji dan pelantikan anggota DPRD pergantian antar waktu (PAW) ini sesuai keputusan Gubernur Lampung Nomor : G.547/B.01/HK/2020 tanggal 24 November 2020, atas nama Faizal Risa dan keputusan Gubernur Lampung Nomor : G.548/B.01/HK/2020 tanggal 24 November 2020, atas nama Safrul Alamsyah resmi menjadi anggota DPRD kabupaten lampung timur dengan masa keanggotaan keduanya 2019-2024.

“Terima kasih kepada saudara Yusran Amirullah dan Sudibyo atas kerjasama dan kontribusi yang telah diberikan selama ini menjabat sebagai anggota DPRD kabupaten lampung timur”. Tandasnya.

Dikatakannya, dalam hal ini keberadaan anggota DPRD harus dilihat pada dua prespektif, pertama obyektif dan rasional dalam arti tidak bermimpi yang berlebihan akan hadirnya perbaikan atau perubahan yang instan, karena anggota DPRD bekerja secara kolektif dan kolegial sehingga tidak mungkin memperjuangkan aspirasi dan kehendak rakyat secara sendiri-sendiri.

Kemudian yang ke dua, meskipun masyarakat telah mempercayai kepada saudara, bukan berarti harus bersikap pasif terhadap proses pembuatan kebijakan, melainkan dituntut sikap yang selalu peduli terhadap dinamika yang terjadi.

” Saya berharap agar anggota DPRD sebagai wakil rakyat benar-benar melaksanakan fungsi keterwakilan sesuai dengan tugas dan kewenangan yang dimiliki, karena rakyat harus selalu di posisikan dan juga di beri ruang sebagai pengontrol yang objektif terhadap anggota DPRD agar selalu menjaga integritas sebagai wakil rakyat yang harus konsisten berfikir dan bekerja untuk kepentingan rakyat “. Pungkasnya. (ADV).




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.