Forlkomal Minta Pemkab dan Kepolisian Tindak Tegas Premanisme dan Pungli di SGC




Massa

Massa mengatasnamakan Forlkomas mendatangi kantor Pemkab Tuba, Senin (17/04/2017). Foto Niko

berita24.id : Tulangbawang – Ratusan massa yang tergabung dalam Organisasi LSM Forlkomal (Forum Lintas Komunikasi Masyarakat Lampung) mendatangi kantor Pemkab Tlangbawang (Tuba), meminta pihak kepolisian dan pemerintah daerah agar menindak tegas para pelaku pungli dan premanisme yang selama ini terjadi di pintu masuk PT Sugar Grup Companies (SGC).

“Kami minta agar pemerintah dan pihak kepolisian melakukan tindakan tegas terhadap pelaku pungli dan premanisme yang berada diwilayah Kecamatan Gedungmeneng dan Denteteladas yang telah meresahkan masyarakat khususnya yang dirasakan oleh supir mobil truk singkong, truk pengangkut barang dan trevel yang selama ini menjadi korban dalam pungli tersebut. Dimana pungli tersebut dibuat bulanan oleh oknum preman berkisar antara Rp100.000 sampai dengan Rp150.000 rupiah,” ujar korlap aksi Nurdin, didepan gerbang kantor pemda lama Kabupaten Tulangbawang, Senin (17/04/2017).

Keluhan masyarakat atau massa tersebut sudah pernah dilaporkan ke Polsek Gedungmeneng dan Polsek Menggala, namun laporan tersebut tidak ditindaklanjuti kendati telah dibentuk tim saber pungli. Sehingga ujung dari kegeraman massa tersebut diluapkan dengan menggelar orasi damai didepan perkantoran Pemkab Tulangbawang.

massa demo

Pemkab Tulangbawang melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Pahada Hidayat, Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik, Kepala Dinas Perhubungan Tuhir Alam, Camat Denteteladas, Camat Gedungmeneng dan Polres Tulangbawang, Kasat Intel, Serta Kasat Reskrim menerima perwakilan massa di kantor Pemkab Tuba.

Nurdin mengatakan bahwa pihaknya menggelar orasi ke Pemkab Tulangbawang karena merasa resah atas keberadaan para premanisme yang mengatasnamakan ormas dan LSM Libas sejak 8 tahun lalu, sampai-sampai mereka meminta tarif bulanan para supir sebesar Rp100.000-150.000 yang diserahkan pada Mus sebagai pengelola setoran. Seandainya setoran tak dibayar, para preman tersebut tak segan-segan memukul hingga mengancam akan menembak dengan menggunakan senapan angin.

“Apabila permintaan mereka tidak dipenuhi, maka Mus tidak segan-segan untuk mencelakai dan memukuli dengan keji para sopir tersebut salah satunya yang sudah dialami rekan kami saudara Suparno, Suratman, Nasep, Hatta dan Yuli,” ungkap Nurdin.

Ia juga menghimbau kepada Pemkab Tuba untuk lebih selektif dalam mengeluarkan legalitas badan hukum terhadap organisasi masyarakat yang kegiatannya diduga menyimpang dalam bentuk pungutan liar maupun premanisme sehingga meresahkan masyarakat khususnya para pengguna jalan yang ingin melintas di area tersebut, dan ia juga menghimbau kepada pihak polres Tulangbawang agar segera memberantas premanisme dan pungutan liar yang berada di portal Indo Lampung Perkasa, mengingat sudah banyak korban kekerasan fisik maupun verbal yang dialami sopir truk atau travel dan mengusut tuntas pungutan liar tersebut karena pungli adalah bentuk kejahatan atau kriminal yang telah menyalahi peraturan perundang-undangan KUHP Pasal 368.

Kapolres Tulangbawang AKBP Agus Wibowo mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti dan akan menindak tegas dalam memberantas premanisme dan pungli, ia juga mengajak masyarakat agar tetap siaga dan berani untuk melapor kepada pihak kepolisian apabila ada pihak-pihak ataupun para premanisme yang melakukan pungli yang terjadi dilapangan.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar secepatnya melaporkan kepada pihak kepolisian khususnya Polres Tulangbawang apabila terjadi pungli atau premanisme dilapangan, jangan takut kepada premanisme dan jangan takut untuk melaporkan kepada pihak kepolisian apabila terjadi premanisme dan pungli dilapangan,” terang Agus Wibowo. (niko)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan