Ilmuwan Kini Mampu Deteksi Penyakit Langka Hanya dari Foto




Ilmuwan kini mampu mendeteksi penyakit langka hanya dari foto. Foto Technocracy News

Ilmuwan kini mampu mendeteksi penyakit langka hanya dari foto. Foto Technocracy News

berita24.id : California – Para peneliti kini telah berhasi mengembangkan teknologi yang memungkinkan dokter mendeteksi penyakit hanya dari foto. National Institutes of Health’s National Human Genome Research Institute (NHGRI) dan peneliti lainnya mengembankan teknologi software pengenalan wajah seperti yang ada di Facebook.

Software ini dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit langka yang disebut 22q11.2 deletion. Penyakit yang juga dikenal sebagai sindrom DiGeorge bisa sulit didiagnosis pada populasi yang beragam karena mengarah ke beberapa kelain termasuk masalah jantung, gangguan pendengaran, sumbing, dan fitur wajah khas lainnya. Namun, intervensi dini cukup penting agar pasien mendapat perawatan yang tepat.

“Sindrom malformasi manusia tampak berbeda di berbagai belahan dunia. Bahkan klinis berpengalaman mengalami kesulitan mendiagnosis sindrom genetik pada populasi non-Eropa,” kata Dr Paul Kruszka, ahli genetika di NHGRI’s Medical Genetics Branch.

Dokter di 11 negara itu mengirimkan 101 foto untuk digunakan dalam studi yang dipublikasikan pekan lalu di American Journal of Medical Genetics. Para peneliti kemudian menggunakan teknologi analisis wajah untuk membandingkan grup dari 156 kulit putih, Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang menderita penyakit dengan orang yang tidak memiliki penyakit, seperti dikutip dari Cnet, Jumat (31/3/2017).

Doktor mengambil foto untuk studi menggunakan peralatan fotografi yang tersedia. Tapi di era ketika smartphone sudah mampu membantu orang menentukan apakah mereka memiliki infeksi saluran kemih dan pre-clampsia, Marius George Linguraru, orang yang mengembangkan software, melihat smartphone paling potensial membantu dokter membuat penilaian cepat.

Sebelum itu bisa terjadi, studi klinik lebih akan diperlukan. Di samping itu, studi pada sindrom DiGeorge ini merupakan yang kedua dalam serangkaian pengujian software pengenalan wajah sebagai alat untuk mendiagnosis penyakit bawaan dalam populasi yang beragam. (kem/okz)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan