Kadis Perikanan Lampura : Matinya Ikan di Keramba Way Rarem, Akibat Perubahan Cuaca




Foto Riki : Dinas Perikanan Kab.Lampura, menanggapi matinya ratusan ton ikan di keramba ikan bendungan way rarem.

Foto Riki : Dinas Perikanan Kab.Lampura, menanggapi matinya ratusan ton ikan di keramba ikan bendungan way rarem.

Berita24.id : Lampung Utara — Ini penjelasan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lampung Utara, Paswani Hasyim terkait matinya puluhan Ton ikan milik pelaku Usaha di keramba Jala apung, bendungan Way Rarem Desa.Pekurun Kecamatan.Abung Pekurun, Lampung Utara, Selasa (13/11).

Menurutnya, hal itu kerap terjadi tiap tahunnya, dan Pemkab.Lampura, dalam hal ini Dinas Perikanan telah berkali-kali menghimbau pada para petambak ikan setempat, untuk selalu mengantisipasi Hal-hal seperti yang terjadi saat ini, karena hal tersebut terjadi karena dampak dari perubahan cuaca yang tiap tahunnya selalu menimpa para petambak di bendungan way rarem.

“Kejadian seperti ini, bukan baru kali ini saja menimpa para petani keramba ikan yang berada di bendungan Way rarem Desa Pekurun, bahkan bisa dikatakan rutin tiap tahunnya, seharusnya mereka (para petani keramba-red) dari jauh hari telah mempersiapkan antisipasi dari dampak Anomali cuaca seperti saat ini,” Ungkap Paswani.

Dilanjutkannya, seharusnya para petambak di sana menaman Pohon-pohonan guna menahan arus/ erosi air dari darat yang masuk ke bendungan way rarem.

Bahkan dari penelitian pihak Propinsi beberapa bulan yang lalu, dimana Ph air normal, yang menjadi permasalahan adalah dimana setiap Anomali cuaca seperti saat ini arus luapan air dari daratan yang masuk ke bendungan yang mengakibatkan ikan yang berada di keramba kekurangan Oksigen dan endapan lumpur di bawah keramba akan naik ke permukaan yang berakibat matinya ikan.

“Jadi dalam hal ini, himbauan kami dari Dinas Perikanan, agar para petambak membuat kolam penangkaran sementara, untuk mengantisipasi matinya ikan yang ada di keramba, untuk mengantisipasi hal seperti ini,” Himbaunya.

Antisipasi inilah yang harus di perkirakan, para petambak ikan disana untuk mereka yang telah terlanjur menebar benih, maka dalam situasi cuaca saat ini bisa diangkat sementara waktu, dan di tebar di Kolam penangkaran sementara.

“Pada saat cuaca peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan seperti saat inilah, para petambak ikan harus dapat mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan seperti saat sekarang ini terjadi,” Jelas Paswani.(riki/si)

 




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan