Menangis Khamami di Vonis 8 Tahun




Berita24.id  : Bandar Lampung — Sidang perkara suap fee proyek infrastruktur pada Dinas PUPR Kabupaten Mesuji kembali digelar di Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung.

Dalam sidang perkara dengan agenda putusan ini menghadirkan ketiga terdakwa yaitu, Bupati Nonaktif Mesuji, Khamami; Adik Bupati Mesuji, Taufik Hidayat; dan Sekretaris Dinas (sekdin) PUPR Mesuji, Wawan Suhendra.

Sidang putusan ini dibagi dalam dua sesi, Bupati Khamami beserta adiknya Taufik Hidayat disidangkan pada sesi pertama, sedangkan Wawan Suhendra pada sesi kedua.

Persidangan yang diketuai oleh Siti Insirah menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan pertama Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Khamami berupa pidana penjara selama 8 tahun dikurangi selama status Khamami berada dalam tahanan, dan pidana denda sebesar Rp300 juta subsider 5 bulan kurungan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” putusnya, Kamis (5/9).

Sedangkan, adik kandungnya yakni Taufik Hidayat diutus selama 6 tahun penjara lantaran ikut terlibat dalam perkara korupsi di Kabupaten Mesuji.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa 2 Taufik Hidayat berupa pidana penjara selama 6 tahun dikurangi selama status Khamami berada dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp200 juta subsider 2 bulan kurungan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” sambung Hakim Ketua.

Putusan ini sama seperti tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) pada sebelumnya menuntut Khamami selama 8 penjara dan denda pidana sebesar Rp300 juta subsider 5 bulan kurungan.

Sedangkan, Taufik Hidayat juga divonis sama selama 6 tahun dan denda pidana sebesar Rp100 juta subsider 2 bulan kurungan.

Setelah mendengar putusan yang dibacakan oleh Hakim Ketua, kedua terdakwa langsung berkoordinasi kepada kuasa hukum masing-masing dan menyatakan untuk pikir-pikir.

“Majelis Hakim Yang Mulia, atas putusan ini saya menyatakan pikir-pikir,” ucap Khamami.

Serupa disampaikan Taufik Hidayat yang juga menyatakan pikir-pikir. “Majelis Hakim Yang Mulia, saya juga menyatakan pikir-pikir,” kata Taufik.

Sementara itu, JPU KPK diwakili oleh Subari Kurniawan juga menyatakan pikir-pikir atas perkara yang ditanganinya ini.

“Kami juga menyatakan pikir-pikir Yang Mulia,” ujarnya.

“Baiklah saudara, maka sidang ini saya tutup,” tandas Hakim Ketua sembari mengetukkan palu sebanyak tiga kali.

Usai persidangan Khamami langsung mendatangi sang istri lalu memeluknya. Ia juga menangis atas putusan yang cukup tinggi bagi dirinya.

 

Sumber : Kumparan/LampungGeh




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.