Miliki 29,92 Gram Sabu, Bandar Narkoba di Bekuk BNN Sergai




Foto Redha ;

Foto Redha ; Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Serdang Bedagai Brantas Narkoba jenis sabu-sabu

Berita24.id : Sergai (sumut)— Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Serdang Bedagai Brantas Narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan dari tangan tersangka Pranoto (43) yang tinggal di Dusun Juhar Desa Damak Urat,Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai,Sumatera Utara.Rabu 05/09/2018.

Kepala BNNK Serdang Bedagai Drs. Adlin.M.Tambunan melalui Kompol.Altur Pasaribu,SH Kepala Seksi Pemberantasan didampingi Jusuf Bangun,SH Kasubag Umum menjelaskan bahwa pemberantasan tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari warga bahwa sering terjadi transaksi narkoba di Kecamatan Sipispis.

Atas Info itu anggota BNNK Sergai langsung turun kelokasi dan berhasil menciduk Pranoto,”Kita melakukan pemberantasan pada hari Senin, 27/08/2012 Pukul 06.30 WIB berhasil mengamankan seorang pengedar yakni Pranoto beserta barang buktinya,”Altur Pasaribu.

Dikatakan Kasi Pemberantasan, Pranoto kita jemput dirumahnya dan langsung jujur mengaku ada memiliki Narkotika Jenis Sabu yang disimpan dalam Dompet kecil bewarna coklat kehitaman, kemudian pelaku menyerahkan dompet yang berisi sabu tersebut kepada petugas yang menangkapnya.

Dihadapan tersangka dompet tersebut dibuka ternyata tampak didalam plastik-plastik Klip yang berisikan kristal putih diduga narkotika Jenis sabu-sabu seberat 29,92 gram 1 unit Hand phone merk Nokia dan 1 buah sekop terbuat dari pipet untuk sendok, selanjutnya digelandang ke Kantor BNNK Sergai guna untuk dilkalukan penyelidikan lanjut.

“Tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2 sub.112 ayat 2 UU 35 tahun 2009,dengan ancaman hukuman 5 sampai dengan 20 tahun penjara,”pungkas Altur Pasaribu.

Sementara pengakuan Pranoto ketika dikonfirmasi wartawan dirinya sudah hampir setahun menjalankan bisnis haram tersebut yang sebelumnya sebagai pedagang ikan, Pranoto mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seorang yang sering disapa si Bro warga tebing tinggi.

“Dia (Pranoto-red) membeli barang haram itu seharga Rp.750.000/gram dan menjualnya lagi seharga Rp.900.000/gram,’ Aku beli 75 gram dari tebing tinggi sebagian sudah terjual masih tersisa lagi,hasil keuntungan penjualan untuk kebutuhan berobat istri ku yang sakit,”.pungkasnya.(redha/si)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan