TULANG BAWANG BARAT

Miris!!!, Demi Hidupi Tiga Orang Anak, Wanita Paruh Baya Rela Menerima Belas Kasihan Tetangga

Berita24.id : Tulangbawang Barat —¬†Miris!!!, inilah yang bisa digambarkan terhadap kondisi rumah dan kehidupan Masunia, Warga Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), sebagai Seorang Wanita Parubaya yang kesehariannya hanya menerima belas kasihan orang lain dalam menghidupi ketiga anaknya.

Sejak ditanggal suaminya meninggal 1 tahun lalu, wanita paruh baya ini harus rela banting tulang mencari nafkah untuk menghidupkan tiga anaknya dan menyekolahkannya.

Namun sayang, sudah dalam keadaan serba kekurangan namun Pemerintah setempat terkesan tidak mau ambil pusing. Meskipun tau melihat kondisi warganya yang sangat memperihatinkan dalam memenuhi kehidupan sehari-hari.

Dari hasil kunjungan Reporter berita24.id dilapangan, rumah Masunia benar-benar tidak layak untuk dihuni, pasalnya, rumah yang berdinding anyaman bambu tersebut sudah banyak mengalami bolong sana-sini, bahkan terdapat sangahan dimana-mana. Hal itu tidak lain untuk menopang agar rumah tidak robuh.

“Memang sangat miris mas melihat kondisi Mbah Masunia, sudah hidup susah, dan kondisi rumah gribik yang ditempati beserta tiga orang anaknya juga sangat memperihatinkan, bahkan dapat dikatakan rumah tersebut benar-benar tak layak untuk ditempati,”cetus salah satu warganya.

Sementara Masunia saat ditemui menuturkan, bahwa kondisinya yang lebih memperihatinkan sejak ditinggal suaminya 1 tahun lalu, dirinya harus berjuang keras untuk menghidupi tiga anaknya dan menyekolahkan anak – anaknya.

“Sudah hampir 1 (satu) tahun di Tinggalkan Suami dan sekarang saya harus berjuang keras untuk menyekolahkan anak-anaknya, namun terkadang saya merasa kewalahan apabila anak saya yang SMA sudah mengeluh untuk pembayaran sekolah,”tutur Masunia seorang ibu tangguh yang di jumpai di rumahnya, sabtu kemarin.

Dikatakan Masunia, meskipun dirinya ada sedikit penghasilan yakni memelihara ternak milik tetangga. Namun dirinya juga menerima balas kasihan tetangga.”Saya hanya menerima belas kasihan tetangga,”lirihnya sambil meneteskan air mata.

Sementara Fitri Wulandari, anak pertama Masunia dari 3 (tiga) bersaudara, mengatakan, diri juga ikut membantu dalam menambahkan biaya dari sekolah ataupun uang makan sehari-hari mereka, hal itu dilakukan karena kondisi orang tua memang tidak berdaya.

“Keseharian saya seusai pulang sekolah membuat rajutan untuk tutup kue, tapi terkadang kalo ada yang pesen saya buat dan dapat uang ya walaupun gak seberapa, tapi kalo gak ada bantu-bantu ibu yang penting bisa dapet uang buat bantu ibu menapkahkan saya dan adik-adik saya meski tidak besar hasil nya namun alhamdulilah bisa membantu ibu, adik saya yang pertaman Putra Sanjaya, kelas 6 (enam) SD yang ke dua Tiara Nusa dan masih kelas 3 (tiga) SD, “ucap Fitri.

Dan di balik keterpurukan rumah Masunia ibu fitri, yang tidak layak yang bertonggak kayu sebagai penyanggah untuk menahan agar tidak rubuh, dari pihak Pemerintah desa melalui RT sudah pernah datang dan akan membantu dalam perbaikan rumahnya.

“Sudah pernah datang dari pemerintah tiyuh melalui RT, kami di minta untuk mengumpulkan syarat-syarat untuk pendaptaran beda rumah, dan insha Allah bulan 4 (empat) ini akan di perbaiki.”jelas Fitri.

Melihat keadaan keluarga yang begitu mengharapakan Belas Kasihan dari tetangga dan Mengasuh kerbau orang yang belum tentu hasil nya dan juga sesosok anak yang begitu mulia dalam ikut serta membantu ibunya untuk menafkahkan adik-adiknya dan membantu menyekolahkan mereka.

“Kami berharap kepada pemerintah daerah untuk bisa membantu Pendidikan dan memberikan bantuan kepada keluarga yang tidak mampu.”tungkasnya. (yadi/si)

download free uapkmod,action game apk mod, android apps apk mod