Ormas GMPK Lampura Desak Usut Tuntas Pemotongan Dana PTPS Oleh Panitia




Berita24.id  : Lampung Utara — Organisasi Masyarakat Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (Ormas GMPK) Lampung Utara, meminta Kepada pihak Kepolisian, Kejaksaan, dan pihak terkait, dapat menindaklanjuti terkait adanya pemotongan dana anggaran kegiatan peserta bimtek anggota PTPS Kecamatan Kotabumi Selatan, yang dilakukan oleh Panwascam setempat.

Juru bicara GMPK Lampura, Adi Rasyid mengatakan, bagaimana Pesta Demokrasi Pemilu ini dapat berjalan dengan sukses apabila, penyelenggaranya telah berlaku curang dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, kami GMPK Lampura, sangat menyanyangkan hal ini masih saja terjadi.

“Hal seperti ini yang dapat merusak Demokrasi di Negara kita, antara petugas penyelenggara Pemilunya saja, saling berebut anggaran, sehingga tidak adanya keterbukaan baik secara internal maupun external,” Ungkap Rasyid saat kami minta tanggapannya terkait hal ini, Selasa (16/4/2019).

Adi Rasyid berharap kepada pihak Kepolisian, Kejaksaan, dan lnspektorat Lampura, segera menindaklanjuti dan memanggil pihak Panwaslu dan Panwascam, untuk dapat mengklaripikasikan hal ini. Agar tidak menimbulkan gejolak.

“Apabila pihak-pihak yang berwenang dalam hal ini, tidak segera menindaklanjutinya, maka kami sebagai Ormas GMPK akan turun mengadakan aksi, berarti di negeri ini sedang sakit, dan krisis kepercayaan terhadap Pemerintahan,” Cetus dia.

Selain itu, GMPK akan mengawal kasus ini, sebagai perduli kita terhadap hak dan keadilan pada masyarakat Lampura, khususnya

Bahkan dirinya menilai, Cara-cara yang dilakukan oleh Panwascam dalam hal ini, tidak mungkin secara sendiri, hal seperti ini tentunya di lakukan secara massif dan bersama-sama.

“Inilah alasannya, masyarakat tidak terlalu berambisi pada Pemilu 2019 ini, yang merasa enak hanya mereka yang mempunyai kepentingan dalam Pesta Demokrasi Pemilu ini saja,” Keluhnya.(riki)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.