PAD 2018 TEMBUS 121%, DI TAHUN 2019 TARGET PAD MESUJI MALAH TURUN!!!

PAD 2018 TEMBUS 121%, DI TAHUN 2019 TARGET PAD MESUJI MALAH TURUN!!!

174
0
BERBAGI

Berita24.id : Mesuji — Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mesuji tahun 2019 dipastikan menurun sekitar Rp 2,7 Milyar. Kondisi tersebut disebabkan dari sektor Retribusi tidak mencapai target sebagai mana yang telah ditetapkan ditahun 2018 sebesar Rp.12. 813.009.777 M.

Demikian hal ini dikatakan Kepala Bidang Pendapatan Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mesuji Endra Oktavandi, saat ditemui diruangannya rabu (9/1), mengatakan Bahwa target PAD ditahun 2019 hanya sebesar Rp 38. 896.476.000M, sedangkan target PAD ditahun 2018 sebesar Rp41.625.735.777 M atau mengalami penurunan sekitar Rp. 2,7 M

“Ia target PAD tahun 2018 menurun sekitar Rp 2,7Milyar dari target PAD tahun 2018. Turunnya PAD itu dikarenakan kita menurunkan target retribusi daerah yang setelah kita evaluasi potensinya tidak sebesar itu sehingga target yang sudah ditetapkan tahun 2018 tida bisa tercapai”jelas Endra.

Dikatakan Endra, target PAD Tahun Anggaran 2019 yang turun hanya dari sektor Retribusi Daerah, Sedangkan untuk PAD yang bersumber dari Pajak daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan, dan Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah naik sedikit dari target yang ditetapkan di Tahun 2018.

“Dari Sektor Pajak Daerah, hasil Pengelolaan Kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain lain PAD yang sah targetnya tidak menurun bahkan cenderung naik. Namun yang menjadi kendala hanya target Retribusi yang bisa dikatakan menurun, imbuhnya.

Jika melihat kinerja realisasi pendapatan, secara umum ditahun 2018 BPPKAD berhasil melampaui target PAD yang ditetapkan, dari target PAD sebesar 41.625.735.777 M, sampai dengan 31 Desember 2018 realisasinya Rp.50.482.275.208 M, surplus sebesar Rp. 8.856.539.431 atau mencapai 121%, melebihi target yang ditetapkan.
Sektor Pajak Daerah dan LLPAD yang menunjang pelampauan target tersebut.

Sementara Target Hasil Retribusi Daerah yang ditetapkan Rp.12. 813.009.777 M, hanya Trealisasi Rp 5.816.650.052 M atau hanya 45.40 persen. Tidak tercapainya target retribusi ni tentunya ada beberapa faktor yang terdiri dari retribusi jasa usaha, retribusi jasa umum dan retribusi perizinan tertentu atau IMB yang realisasinya rendah

“Retribusi pelayanan kesehatan pasien umum rata rata sudah banyak memiliki BPJS. Jadi retribusinya tidak masuk ke daerah, termasuk Puskesmas sudah BLUD. Karena dari Target Retribusi Pelayanan Kesehatan sebesar Rp 3.593.009.777 hanya trealiasi sekitar Rp 2. 6 M. Disusul dari retribusi IMB, dari target Rp 4.9 M hanya terealisi Rp178 juta Atau 3.64 persen,”jauh sekali dari target, jelas Endra.

Menurunnya PAD dari retribusi tidak hanya berhenti disitu saja, ini juga terjadi di Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah, seperti sewa gedung dan sewa Alat berat sebesar yang realisasinya rendah karena kebanyakan digunakan untuk kepentingan Pemda Mesuji sendiri.

“Faktor-faktor inilah maka ditahun 2019 target PAD Kabupaten Mesuji, terutama di sektor retribusi daerah turun sekitar Rp 2,7 m. Setelah kami evaluasi, penetapan target PAD, khususnya dari sektor retribusi daerah terlalu tinggi sementara potensi pendapatannya tidak sebesar itu, akibatnya realisasinya tidak tercapai, padahal kami sudah bekerja keras untuk mencapai target tersebut.

Untuk itu di tahun 2019 ini, Pemkab Mesuji berupaya lebih realistis dalam menetapkan target PAD. Target PAD ini sudah dibahas bersama antara TAPD, OPD pengelola pendapatan bersama dengan DPRD. Yang jelas Pemkab Mesuji ke depan akan selalu bekerja keras dan berinovasi untuk mencari dan menambah sumber sumber pendapatan daerah yang baru untuk menunjang pembangunan di Kabupaten Mesuji, “pungkasnya.(san)

TIDAK ADA KOMENTAR