Paket Proyek di Lamsel Hilang, Askonas Lapor ke LPSE Lampung




Berita24.id  : Bandar Lampung  — Hilangnya paket proyek di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Lampung Selatan (Lamsel) nampaknya menjadi pertanyaan bagi masyarakat dan kontraktor. Hal itu, tentunya sangat merugikan masyarakat luas dan menghambat pembangunan di Lamsel.

Sekertaris Asosiasi Konstruksi Nasional (Askonas) Cabang Lampung Selatan, Dadan Hutari, mengatakan, hilangnya paket proyek itu tentunya sangat merugikan kami sebagai kontraktor. Untuk itu, kita sudah  membawa sekaligus menyerahkan berkas hilangnya sejumlah paket proyek saat upload tayang lelang di Lamsel ke kantor LPSE Provinsi Kamis (7/11).

Dikatakan Dadan, penyerahan berkas laporan ke Kantor LPSE Provinsi Lampung dengan tujuan agar ada kejelasan atas hilangnya sejumlah paket proyek yang sudah ditayangkan tersebut. Ada apa.

“Kita awalnya melapor peristiwa ini ke LPSE Lamsel dan hari ini  pun saya juga kantor LPSE Provinsi untuk mengadukan paket proyek yang hilang, intinya minta kejelasan terkait tindak lanjut permasalahan ini”harap Dadan.

Munculnya persoalan ini tentunya, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena ini sudah berulang kali terjadi. “Ini sudah bentuk kejahatan. Karena ini sudah merugikan masyarakat luas”tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan salah seorang  kontraktor dari Bandar Lampung yang juga sebagai salah satu peserta lelang paket proyek di Lamsel, tentunya merasa dirugikan dengan gagalnya upload penawaran saat tayang lelang.

“Sebagai peserta yang mengikuti paket lelang di Lamsel, merasa dirugikan dengan kejadian ini, itu kan sifatnya terbuka untuk semua, siapa pun boleh ikut tanpa terkecuali dengan mengikuti semua persaratan yang di tentukan panitia penyelengara”jelasnya.

Karena lanjutnya, Semua penawaran yang sudah di upload diserver LPSE Provinsi Lampung, semua hilang. “Ini jadi tanda tanya besar bagi kami, jangan-jangan ini ada indikasi permainan dari oknum, karena sudah menerima sesuatu atau hal lainnya sehingga membuat skenario”, ungkapnya.

Sebab, peristiwa hilangnya paket proyek ini hanya terjadi disini, hal ini karena pihaknya juga mengikuti penawaran di beberapa kabupaten, namun cuma di Lampung Selatan yang bermasalah, yang lainnya lancar-lancar saja. “Saya sudah 3 kali masukkan penawaran tetapi semuanya bermasalah dan sampai saat ini belum ada jawaban”tanyanya.

Sementara Sekertaris Askonas, Eka Karolina berharap kepada LPSE Provinsi Lampung  meminta segera bertindak tegas pada hecker yang bermain dalam penayangan lelang di paket proyek dilamsel ini dan segera dilacak.

“Saya minta agar segera disikapi, bila memang pelakunya adalah Heaker pada lelang paket proyek Lamsel segera ditangkap. Ini menghambat pembangunan dan penyerapan anggaran untuk Lampung Selatan. Sehingga kedepannya, di tahun 2020 mendatang, lebih aman dalam proses lelang”, harap.

Sementara M. Takim selaku ferivikator berkas di kantor LPSE provinsi mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima berkas aduan dari kontraktor lamsel yang berkaitan hilangnya paket proyek tersebut. Untuk hal ini akan segera kami proses.

“Ia, ada dua rekanan kesini, satu dari Lampung Selatan, satunya lagi dari Bandar Lampung, isi berkas pengaduan mereka semuanya berkenaan dengan  paket proyek yang hilang saat tayang lelang”, jelasnya.

Lebih lanjut, Takim menjelaskan bahwa Kepala Biro LPSE Provinsi saat itu, sedang Rakornas di Jakarta. “Mungkin besok sudah pulang, kalau besok beliau ngantor berkas pengaduan ini  akan langsung saya sampaikan”,paparnya.

Yusron selaku Kasubag Pengembangan Sistem Informasi (PSI) LPSE Provinsi mengatakan, bahwa ada tiga kabupaten yang menginduk ke LPSE Provinsi, yakni  Lamsel, Lamtim dan Tuba, tapi hanya Lamsel yang bermasalah.

“Kita sudah menerima laporan dari LPSE Lamsel. Bahkan, sudah kita teruskan laporan pengaduan via e-mail ke Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), melalui  Badan Siber sandi Negara (BSSN) pengaduan mereka sudah di periksa.” tukasnya.(*)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.