Panja Golkar Lamteng: Tiga Calonbup Jangan Gagal Gaham, Terkait Biaya Administrasi Partai




Berita24.id  : Lampung Tengah —- Sekretaris Panitia Penjaringan (Panja) MA Muhammad Ersad mewakili Ketua panitia penjaringan H. Roni Ahwadi, S.E angkat pemahaman mengenai berita yang beredar soal biaya yang katanya di patok 25 juta untuk bakal calon bupati.

“Itu salah kaprah, dan itu perlu kita luruskan supaya mereka tidak gagal faham dan tersesat. Itu kan aturan yang telah berlaku, mengenai biaya administrasi sesuai dengan mekanisme pedoman organisasi petunjuk pelaksana atau juklak nomor 06/DPP/GOLKAR/VI/2016, jadi bukan kita patok,”tegasnya.
Perlu diketahui, bahwa DPD II Partai Golkar Kabuapten Lampung Tengah buka penjaringan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati pilkada tahun 2020 mulai 07 oktober-21 oktober 2019, untuk bakal calon bupati biaya administrasinya 25 juta, untuk bakal calon wakil bupati 20 juta .
“Kemarin 3 bakal calon bupati yang di wakili masing-masing LO tidak jadi mengambil berkas pendaftaran, meskipun sudah datang ke kantor DPD II partai golkar Lamteng, yaitu Loekman Djoyosoemarto, Nessy Kalvia, dan Miswan Rodi, beliau-beliau gagal ngambil berkas di karenakan tidak bisa memenuhi biaya administrasi yang sesuai dengan aturan dan mekanisme partai,”tegasnya.
Untuk itu, tegas Ersad, perlu kami klarifikasi bahwa tidak ada istilah patok seperti yang di tuduhkan, menurut kami konotasi itu terlalu negatif dan mengandung tedensi tidak baik ke kami, janganlah di politisir, moso pedoman aturan dan mekanisme partai di politisir sih .
“Kami hanya menginginkan agar proses dalam penjaringan ini lebih berkualitas, jadi proses penjaringanya juga gak sembarangan, bisa terseleksi dengan baik di awal, tidak sembarangan orang mau ambil berkas yang nanti bisa terkesan asal asalan,”paparnya.
Sebab, lanjutnya, Prinsipnya sama kok, hanya metode teknisnya saja yang berbeda, mungkin di partai lain misalkan di PDI-P untuk biaya administrasi di penuhi biaya pada saat pengembalian berkas.
“Nah kami golkar lampung tengah biaya administrasinya pada saat pengambilan berkas, sama tho prinsipnya, teknisnya saja yang beda” ungkap MA Muhammad Ersad yg juga wakil ketua DPD II partai golkar kabupaten lampung tengah .
Kedepanya harapan kami kepada bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati agar menunjuk LO yang mengerti aturan dan mekanisme, apalagi kita tahu bahwa partai ini kasta tertinggi dalam organisasi, jadi jangan gagal faham yg mengakibatkan sesat berfikir .(*/san)



Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.