Parah!!, Dihardiknas Oknum Dispora Lakukan Pungli Rp20 ribu/Karcis ke Pedagang




Berita24.id  ; Muba (Sumsel) — Puluhan pedagang kaki lima di Sekayu mengeluhkan uang retribusi yang dikenakan pada mereka sebesar Rp 20.000,- oleh Dinas Pemuda Dan Olah Raga ( Dispopar) kabuputen Musi Banyuasin (Muba).

Hal itu terjadi di area Stabel Berkuda Sekayu, pada momen yang bertajuk: Peringatan Hari Pendidikan Nasional Dan Pembukaan Seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional Tingkat Kabupaten Musi Banyuasin, Jumat 3 Mei 2019 lalu.

Pada saat itu ribuan siswa SD dan SMP di Sekayu berkumpul di lapangan Stabel Berkuda dalam rangka memperingati hari Pendidikan Nasional. Seperti biasa bila ada acara yang melibatkan ratusan atau ribuan orang di tempat umum, para pedagang makanan kecil datang menjajakan dagangannya.

Namun para pedagang makanan itu sangat terkejut sewaktu petugas Dispopar, sambil menyodorkan karcis retribusi, memungut uang yang jumlahnya menurut mereka terlalu besar yaitu Rp. 20.000,- (dua puluh ribu rupiah).

Polan (bukan nama sebenarnya), sambil menunjukkan karcis retribusi kepada awak media ini, mengatakan bahwa uang retribusi duapuluh ribu itu terlalu besar, dan sangat memberatkan dirinya dan kawan-kawan sesama pedagang.

“Kami ini pedagang kecil mas, modal kami tidak sampai lima ratus ribu, nyari uang susah, masak diminta uang duapuluh ribu. Pedagang di pasar saja paling hanya lima ribu rupiah, bayar retribusi, ” keluhnya.

Lain halnya Dn (inisial), mengatakan, “Menurut saya itu keterlaluan mas (pungutan duapuluh ribu), kalau lima ribu sih tidak masalah, mas tau sendirilah kami ini kan pedagan kecil, berapa sih keuntungan kami ini, kadang-kadang cuma laku sedikit,“ keluhnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh para pedagang yang lain, yang berjualan makanan kecil di stabel berkuda pada momen itu.

“Kami jualan ini kan hanya dua sampai tiga jam saja mas, tidak satu hari penuh, modal juga kecil, kan kasihan kalau harus dipungut dua puluh ribu, “ tambah salah satu pedagang.

Sementara Plt. Kepala Dispopar – Muhamad Faris, SSTP MM., ditemui di kantornya membantah, bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan itu, saya kira karcis itu palsu, ini tidak dikeluarkan oleh kami.

“Petugas kami tidak pernah mengutip duapuluh ribu, kalau ada petugas kami yang melakukan ini (pungutan duapuluh ribu rupiah), kami berhentikan hari ini juga,”tegasnya.

Namun lain hal dengan, Andre Pramono, Salah satu Kepala bidang di dispopar yang turut hadir di ruang kantor Kadispopar, mengakui bahwa pihaknya memang mengeluarkan (karcis) dengan tarif Rp20.000, tetapi tidak pernah kami lakukan. Dikeluarkannya karci itu biasanya, pas ada iven besar.

“Memang ada karcis Rp20 ribu, tetapi itu ada di even besar saja, itupun saat ini masih kami pertimbangkan lagi.  Yang jelas, Kalau ada penagihnya yang berani menagih duapuluh ribu, di acara itu, dia yang aku pecat sekarang, “ tegasnya.

Berkaitan dengan masalah ini, seorang aktivis sosial di Sekayu mengatakan, “Saya kira ini termasuk pungli, ini tidak boleh terjadi, kami berharap agar Pemda Muba dapat menertibkan aparaturnya yang bertindak menyimpang dari aturan,” tukasnya. (agus)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.