PC-IMM Lampura, Gelar Aksi Solidaritas dan Kutuk Pemerintah China Terkait Muslim Uyghur




Berita24.id : Lampung Utara — Sebagai bentuk Solidaritas dan Keprihatinan, terhadap Muslim Uyghur yang menjadi Korban Kebiadaban Pemerintah China, Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC-IMM) Lampung Utara, menggelar Aksi Damai di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Jum’at (21/12).

Aksi yang di Pimpin oleh Kabid Hikmah PC-IMM Lampura, sekaligus Koorlap, Arif Rahman mulai bergerak dari Tugu Payan Mas Kotabumi menuju Kantor DPRD, untuk menyampaikan keprihatinan serta dukungan Solidaritas mahasiswa IMM terhadap kaum Muslim Uyghur di Negara China.

Foto Riki: Ratusan PC-IMM Lampura, saat menggelar Aksi Solidaritas di DPRD setempat

Menurutnya, Aksi ini sebagai bentuk Keprihatinan PC-IMM Lampura, atas musibah yang dialami saudara kita Muslim Uyghur di Negara China yang menjadi korban Penyiksaan, Pemerkosaan, Pembunuhan, bahkan dilarang untuk menjalankan Syariat lslam.

Yang mana kita ketahui, sampai saat ini Pemerintah lndonesia, belum ada Ketegasan terkait hal ini dalam menyampaikan sikap, kepada Pemerintah China. Untuk itu PC-IMM Lampura, menggelar Aksi ini untuk meminta Pemerintah Khususnya pada DPRD Lampura, untuk  mendesak Pemerintah Pusat dapat bersikap tegas terhadap Pemerintah China.

“Inilah bentuk Solidaritas dan dukungan kita Khususnya mahasiswa IMM Lampura, atas apa yang dialami Saudara-saudara kita muslim ugyhur di China, karena hal ini telah melukai seluruh Umat Muslim di Dunia, khususnya lndonesia, atas kebiadaban Negara China terhadap Muslim Ugyhur,” Ungkap Arif.

Sementara itu menurut, Ketum PC-lMM Lampura, Jefri Ramdhani mengungkapkan, Kepedihan dan musibah yang dirasakan Kaum Muslim Uyghur di China seolah tidak dirasakan oleh Pemerintah Indonesia, untuk itu Aksi ini kita lakukan sebagai bentuk dorongan kita kepada Pemerintah untuk mengambil sikap tegas.

“Jelas dalam Amanat UUD 1945, dengan tegas menyatakan bahwa Menghapus Penjajahan diatas Dunia, karena tidak sesuai dengan Prikemanusiaan dan Prikeadilan, tetapi mengapa amanat itu tidak dijalankan oleh Pemerintah sebagai pemangku kebijakan dalam hal ini Presiden RI, dan Negara kita sebagai Penduduk yang mayoritas beragama Muslim terbesar di Dunia,” Keluh Jefri.(riki/si)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.