LAMPUNG UTARA

Pemkab Lampura, Kontraktor Harus Menunggu Hasil Putusan PN Kotabumi

Berita24.id : Lampung Utara — Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, meminta kepada para rekanan/kontraktor untuk dapat bersabar, terkait pencairan lelang yang dilaksanakan pada tahun 2018 yang lalu.

Hal itu dikatakan oleh Kadis PUPR Lampura, Syahbudin.ST menanggapi kisruh yang terjadi antara Dinas PUPR dengan Rakanan Kontraktor beberapa hari yang lalu, yang berujung pada tindakan Anarkis dari pihak rekanan yang tidak puas dengan keputusan yang diberikan Kadis PUPR.

“Saya paham dengan kegalauan dari Kawan-kawan semua, tetapi dalam hal ini tentunya kita sedang menunggu Prosesnya yang sedang berjalan di PN Kotabumi. Setelah ada keputusan lnkrah, baru akan kita selesaikan, apakah akan dibayarkan semua, atau ada mekanisme lain,” Kata Kadis PUPR, Syahbudin, Rabu (13/2/2019).

Menurutnya, apa yang terjadi pada beberapa hari yang lalu, tidak akan menyelesaikan persoalan. Melainkan akan menambah persoalan yang lain, untuk itu dirinya meminta kepada rekanan agar dapat menunggu sampai seluruh proses yang sedang berjalan di PN Kotabumi dapat diselesaikan.

Yang kemudian baru pihaknya akan melakukan Langkah-langkah penyelesaian, terkait pembayaran pekerjaan tersebut.

“Saya memahami, mereka (Rekanan/Kontraktor-red) adalah korban dari kebijakan yang diambil oleh Plt.Bupati, Sri Widodo serta Plt.Kadis PU.Franstori yang telah menyalahi prosedur, dimana lelang yang dilakukan pada bulan April-Mei 2018 yang lalu, membuat tindakan anarkis yang dilakukan Rekan-rekan kontraktor. Tapi Negara kita ini adalah negara hukum, tidak bisa dilakukan sekehendak hati,” Ungkap dia.

Diketahui, pelaksanaan lelang yang dilaksanakan pada Tahun 2018 di lingkup Pemerintah Kab.Lampung Utara, berbuntut panjang.

Pasalnya, mereka (Kontraktor-red) berusaha memaksakan kehendaknya untuk segera melakukan pencairan pekerjaan pada tahun lalu itu kepada Kadis PUPR, Syahbudin yang berujung pada tindakan anarkis yang dilakukan rekanan/kontraktor pada Senin petang (11/2/2019).

“Untung pada saat itu ada petugas Kepolisian yang mengamankan saya, meski beberapa diantara rekanan masih berusaha mengejar. Saya sangat menyayangkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oknum rekanan, yang sudah saya anggap seperti saudara sendiri. Untuk itu wajar apa bila saya minta perlindungan hukum untuk menyelesaikan persoalan ini,” Terang Syahbudin.(riki/san)

download free uapkmod,action game apk mod, android apps apk mod