Pengadaan Bibit Ayam Bermasalah : Ketua Ajo Tubaba Desak Penegak Hukum Segera di Usut Tuntas




Berita24.id  : Tulangbawang Barat — Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia Wilayah Tulangbawang Barat (Tubaba) mendesak pihak terkait Usut Tuntas Dugaan Gagalnya Proyek Pengadaan Bibit Ayam Kampung Unggul (KUB) milik Dinas Peternakan Setempat tahun anggaran 2018 senilai Rp.940 juta.

Erwansyah Ketua AJO Tubaba meminta kepada Pihak pihak dan instansi terkait agar dapat sesegera mungkin mengambil sikap tegas. Pasalnya Proyek Bibit Ayam tersebut telah dinyatakan gagal DPRD Tubaba. Dan Bahkan Pihak DPRD juga telah menegaskan tentang Pembatalan dari Kelanjutan Program tersebut.

“Dimulai dari Hasil kerja Tim AJO ke Lapangan beberapa hari lalu, itu tidak dapat lagi menemui Ayam tersebut pada hampir setiap Kelompok Penerima. Sebenarnya itu saja sudah bisa jadi landasan bagi para pihak-pihak terkait untuk melakukan penelusuran. Apalagi ini dengan jelas DPRD kita mengatakan bahwa itu memang Gagal,” tutur Erwansyah Diruangan kerjanya Jum’at 26/7.

Menurut Erwansyah sebenarnya Indikasi Carut marutnya Proyek Disnakan Tersebut sudah cukuplah jelas. Dimana dari Penuturan Pihak Disnakan sendiri jika diperhatikan itu cukuplah janggal dan berbanding terbalik dengan penuturan dari pihak Produsen Ayam di Tubaba.

Baca Juga Berita Sebelumnya ; dinilai-gagal-dprd-tubaba-coret-pengajuan-kub-2019

“inikan cukup aneh, Supardiyono dari pihak Disnakan mengatakan bahwa jumlah bibit ayam dalam pengadaan tersebut 40.000 ekor, yang dikerjakan dalam waktu 3 bulan. Sementara dari pihak BUMT selaku produsen dengan jelas menuturkan bahwa bagian penetas Telur mereka hanya mampu memproduksi 2.000 anak ayam dalam 1 minggu. Artinya selama 3 bulan hanya mampu menghasilkan 24.000an anak ayam”, paparnya.

Bahkan tidak hanya sampai disitu, Erwansyah juga menegaskan bahwa indikasi Akal-akal dengan dugaan memakai Pihak ke-3 itu cukup jelas. Dan itu menurutnya terlihat dari pernyataan bahwa Pihak BUMT sendirilah yang membesarkan bahkan hingga pendistribusian dengan dibantu oleh beberapa orang Disnakan Tubaba.

“Kemudian yang aneh lagi, Pihak BUMT juga mengatakan bahwa untuk pembesaran dari penetas hingga pendistribusian ke Tiyuh-tiyuh itu mereka semuanya yang kerjakan namun dibantu oleh beberapa orang Disnakan. Lah inikan sangat janggal, karna Proyek itukan di lelang yang artinya ada pihak ke-3nya. Ditambah lagi Mereka tidak mau menyebutkan Perusahan pelaksana Pengadaan tersebut”, Tuturnya.

Lebih lanjut Erwansyah menilai jika memang Proyek tersebut sangat berindikasi banyaknya masalah. Dan bahkan permasalahan tersebut sangat kuat diduga juga melibatkan berbagai pihak. Pasalnya, dengan tegas DPRD Tubaba telah menyatakan Kegagalan Programnya, namun hingga kini tidak pernah didengar informasi tentang penindakan ataw apapun tentang Proyek Pengadaan Bibit Ayam Kampung Unggul (KUB) tersebut.

“Sepertinya kegagalan dari Proyek tersebut sudah bukan lagi rahasia umum. Tapi, sayangnya sampai sekarang kok belum ada informasi apapun dari Pihak-pihak terkait tentang tindakan yang diambil terhadap pihak penyelenggara Pengadaan tersebut. Jika memang di Tubaba ini masih ada yang namanya Hukum, kami sangat berharap agar ini bisa cepat ditindak tegas agar tidak menyebabkan kerugian yang berkepanjangan bagi Masyarakat Tubaba”, Tegas Erwansyah. (tim)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.