PN Sukadana : Tiga Pengurus LP3RI Dijatuhi Hukuman 6 Bulan Percobaan

PN Sukadana : Tiga Pengurus LP3RI Dijatuhi Hukuman 6 Bulan Percobaan

50
0
BERBAGI

Berita24.id : Lampung Timur — Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Lembaga Pengawas Pelayanan Informasi Publik Republik Indonesia (LSM.LP3RI) serta kedua pengurusnya di jatuhi hukuman enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Sukadana Lamtim, Putusan tersebut di laksanakan pada sidang hari Selasa 08 Januari 2019.

Adapun ketiga nama pengurus LP3RI yaitu Sandi Yudha selaku Ketua, Johan Abidin selaku Divisi Intelejen dan Yusup selaku Divisi hukum.

Majelis hakim pengadilan negeri Lampung Timur yang di pimpin oleh Achmad Irfir Rochman SH.MH. Memutuskan Enam Bulan Masa Percobaan, serta tidak di haruskan menjalani Hukuman.

Putusan tersebut tidak merubah tuntutan jaksa penuntut umum yaitu tuntutan 6 bulan namun keputusan majelis hakim Pengadilan Negeri Lampung Timur memberikan keterangan bahwa ketiganya tidak harus menjalani hukumannya (Masa Percobaan).

Usai persidangan, Kuasa hukum dari pihak LP3RI menjawab putusan majelis hakim, bahwa dari pihak kliennya menyatakan meminta di beri waktu untuk berfikir.

Untuk diketahui, Perseteruan antara Bupati Lampung Timur dan LP3RI berawal Aksi unjuk rasa yang di lakukan oleh pihak LP-3RI beberapa tahun yang lalu yang mana pada saat itu dari pihak LSM mempertanyakan soal status dari Bupati Lamtim dan kejelasan tentang anak adopsinya yang berinisial AJ.

Bupati Lamtim Chusnunia Chalim yang akrab di sapa (Nunik) merasa bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Sandi Yudha cs yang menggunakan Lembaga Swadaya Masyarakat LP3-RI tersebut adalah penyerangan individu terhadap dirinya dan pencemaran nama baiknya.

Sehingga atas peristiwa aksi itu Nunik membuat laporan pengaduan ke Polres Lamtim, dan pihak Kejari telah menerima hasil pengaduan tersebut dalam bentuk berkas perkara, kemudian setelah beberapa bulan kemudian pihak kejaksaan negeri Lampung Timur menyatakan P21.

Setelah itu melimpahkan ke Pengadilan Negeri Lampung Timur di Sukadana pada hari Senin 30 Juli 2018 dengan dakwaan pasal 310, 311 dan 317 dalam bentuk dakwaan Primer, Subsider dan Alternatif.

TIDAK ADA KOMENTAR