Proyek Pengadaan Ayam Makin di Sorot, Dinas Peternakan Tubaba Terkesan Buang Badan




Berita24.id : Tulangbawang Barat — Dugaan adanya sarat permainan dalam proyek pengadaan ayam kampung unggul (kub) senilai Rp940.000,000 rupiah milik Dinas Peternakan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) terus menjadi sorotan berbagai pihak, bahkan dituding adanya mark-up harga yang dilakukan oknum Dinas.

Adanya dugaan mark – up harga itu, tidak lain berdasarkan keterangan dinas itu sendiri, dimana harga ayam seberat 4 ons tersebut dihargai Rp23.500.-. Namun hal ini berbanding terbalik dari keterangan pihak pengurus Badan Usaha Milik Tuyuh (BUMT) Tubaba. Sebab, bila dilihat dari keterangan pihak pengelola bumt tubaba harga pasaran ayam kampung unggul tersebut hanya antara Rp 37000/kg.

“Bila kita lihat keterangan dari anak kandang (Penjaga Red) bahwa mereka hanya melakukan penetasan saja, dimana dalam satu kali penetasan rata-rata menghasilkan sekitar 2000 ekor anak ayam dan begitu seterusnya. Akan tetapi saat ini sedang tidak produksi karena memang belum ada telur hasil indukan” jelas salah satu Narasumber yang enggan disebut namanya Selasa (23/7).

Yang lebih parahnya lagi, lanjut sumber tersebut, keterangan Supardiyono Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Tubaba, bahwasanya penganggaran pada pengadaan ayam itu berdasarkan e,katalog dengan rincian harga senilai Rp23.500, dengan bobot 4 ons itu terkesan buang badan untuk melepaskan balak.

“Pernyataan itu cukup Janggal hanya ngelepas balak. Meskipun bibit ayam itu telah selesai di bagikan ke tiyuh tiyuh. Tetapi, ayam yang di distribusikan ke masyarakat itu usianya kurang genap sehingga terkesan pembohongan publik apalagi bibit ayam itu sudah tidak ada lagi,”jelasnya.

Tak hanya itu, sumber tersebut juga mempertanyakan manfaat pembagian bibit ayam tersebut. Sebab, bila dilihat dari informasi itu banyak masyatakat tidak merasakan manfaatnya. Dan ini hanya terkesan dimanfaatkan segelintir orang saja.

“Ini kelihatannya mubazir. Sebab, tidak ada manfaatnya bagi masyarakat luas. Ditambah lagi bibit ayam yang dibagikan sudah tidak ada lagi, ditambah banyak masyarakat tidak menerimanya secara menyeluruh,”tukasnya.

Sementara beberapa waktu lalu, Kabid Peternakan Supardiyono beberpa waktu lalu bahwa bibit ayam itu bahwa dalam kurun waktu sesuai info lelang, selama 4 bulan bisa menghasilkan 40,000 ekor bibit ayam. Bahkan saat ini sudah rampung dibagikan dan telah menuai hasil.

“Sudah didistribusikan ke warga semua ayam-ayam tersebut. Dalam lelang juga kita mengunakan sistem e-catalog. Jadi tidak masalah,”kilahnya singkat.

Sebelumnya, pengadaan Bibit Ayam Kampung Unggul (KUB) milik Dinas Peternakan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun anggaran 2018 senilai Rp. 940 juta diduga kuat sarat masalah. Hal tersebut terlihat mulai dari kondisi terkini dilapangan yang cukup janggal bahkan cenderung berbanding terbalik dengan keterangan dari Pihak Dinas Peternakan Tubaba.

Dugaan adanya permasalah dalam Proyek pengadaan tersebut cukup terlihat jelas dari kondisi dilapangan yang lebih cenderung mengarah pada kegagalan program hingga berindikasi kuat adanya dugaan permasalahan dalam proses penganggaran hingga perealisasian dilapangan.

Berdasarkan dokument yang diperoleh Tim Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia Wilayah Tubaba diketahui bahwa pada tahun Anggaran 2018 Dinas Peternakan menganggarkan dana lebih kurang sebesar Rp.940 juta untuk pengadaan Bibit Ayam Kampung Unggul (KUB).

Dan dalam perencanaanya Bibit Ayam tersebut akan dibagikan pada Kelompok masyarakat ditiap Tiyuh se-Kabupaten Tubaba dengan bobot rata-rata per Ayam, yakni 4-6 ons.

Namun anehnya, saat ditinjau kelapangan Tim Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia Wilayah Tubaba menemui sejumlah kejanggalan yang cukup parah dan bahkan terdapat pada hampir setiap Kelompok penerima Bibit Ayam tersebut. Dan bahkan pada Kelompok Masyarakat di tiga Kecamatan Yakni Tulangbawang tengah, Gunung terang, dan Batu Putih, hampir secara keseluruhan tidak terdapat lagi Ayam tersebut.

Beberapa Kelompok penerima Bibit Ayam tersebut saat ditemui Tim AJO Tubaba dikediaman masing-masing beberapa hari lalu mengatakan bahwa mereka tidak banyak mengetahui tentang bantuan Bibit Ayam itu. Dan bahkan merekapun mengakui bahwa hampir seluruh Bibit Ayam sudah tidak ada lagi.

“Memang benar Mas kami menerima bantuan sejumlah Bibit Ayam. Namun, ya itu sebatas bentuan saja yang kami tau. Bahkan untuk perawatanya ya disampaikan secara singkat saat pengiriman ke kami kira-kira semingguan habis lebaran tahun 2018 kemarin”, tutur mereka.

Lebih lanjut secara keseluruh para Kelompok penerima Bibit Ayam di 3 Kecamatan tersebut menuturkan bahwa jumlah rata-rata bibit ayam yang diterima hampir sama yakni berjumlah 380 ekor perTiyuh. Namun, mereka juga mengatakan bahwa untuk bobot ayam sendiri itu tidak sama dan berfariasi.

“Kalo jumlah Bibit Ayam yang kami terima, ya hampir sama mas untuk se kabupaten yakni 380 ekor perTiyuh. Namun, untuk ukuran sepertinya tidak sama mas, kadaan Bibitnya waktu itu masih berbulu jarum. Ya mungkin di kisaran bobot 3 sampa.(medi/tim)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.