Proyek Pengadaan Bibit Ayam Kampung Unggul diduga Sarat Masalah




Berita24.id  : Tulangbawang Barat — Pengadaan Bibit Ayam Kampung Unggul (KUB) milik Dinas Peternakan Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) tahun anggaran 2018 senilai Rp. 940 juta diduga kuat sarat masalah. Hal tersebut terlihat mulai dari kondisi terkini dilapangan yang cukup janggal bahkan cenderung berbanding terbalik dengan keterangan dari Pihak Dinas Peternakan Tubaba.

Dugaan adanya permasalah dalam Proyek pengadaan tersebut cukup terlihat jelas dari kondisi dilapangan yang lebih cenderung mengarah pada kegagalan program hingga berindikasi kuat adanya dugaan permasalahan dalam proses penganggaran hingga perealisasian dilapangan.

Berdasarkan dokument yang diperoleh Tim Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia Wilayah Tubaba diketahui bahwa pada tahun Anggaran 2018 Dinas Peternakan menganggarkan dana lebih kurang sebesar Rp.940 juta untuk pengadaan Bibit Ayam Kampung Unggul (KUB). Dan dalam perencanaanya Bibit Ayam tersebut akan dibagikan pada Kelompok masyarakat ditiap Tiyuh se-Kabupaten Tubaba dengan bobot rata-rata per Ayam, yakni 4-6 ons.

Namun anehnya, saat ditinjau kelapangan Tim Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia Wilayah Tubaba menemui sejumlah kejanggalan yang cukup parah dan bahkan terdapat pada hampir setiap Kelompok penerima Bibit Ayam tersebut. Dan bahkan pada Kelompok Masyarakat di tiga Kecamatan Yakni Tulangbawang tengah, Gunung terang, dan Batu Putih, hampir secara keseluruhan tidak terdapat lagi Ayam tersebut.

Beberapa Kelompok penerima Bibit Ayam tersebut saat ditemui Tim AJO Tubaba dikediaman masing-masing beberapa hari lalu mengatakan bahwa mereka tidak banyak mengetahui tentang bantuan Bibit Ayam tersebut. Dan bahkan merekapun mengakui bahwa hampir seluruh Bibit Ayam tersebut sudah tidak ada lagi.

“Memang benar Mas kami menerima bantuan sejumlah Bibit Ayam. Namun, ya itu sebatas bentuan saja yang kami tau. Bahkan untuk perawatanya ya disampaikan secara singkat saat pengiriman ke kami kira-kira semingguan habis lebaran tahun 2018 kemarin”, tutur mereka.

Lebih lanjut secara keseluruh para Kelompok penerima Bibit Ayam di 3 Kecamatan tersebut menuturkan bahwa jumlah rata-rata bibit ayam yang diterima hampir sama yakni berjumlah 380 ekor perTiyuh. Namun, mereka juga mengatakan bahwa untuk bobot ayam sendiri itu tidak sama dan berfariasi.

“Kalo jumlah Bibit Ayam yang kami terima, ya hampir sama mas untuk se kabupaten yakni 380 ekor perTiyuh. Namun, untuk ukuran sepertinya tidak sama mas, kadaan Bibitnya waktu itu masih berbulu jarum. Ya mungkin di kisaran bobot 3 sampai 4 ons per ekor”, papar mereka.

Kondisi tersebut cukup janggal dan sangat aneh. Pasalnya saat di konfirmasi, Dinas Peternakan Kabupaten Tubaba melalui Supardiyono Kepala Bidang Peternakan setempat. Senin (22/7) di ruang kerjanya, menuturkan pernyataan yang berbanding terbalik dengan kondisi yang terdapat dilapangan.

“Pengadaan Bibit Ayam tahun 2018 kemarin itu sudah terealisai dan alhamdulilah tidak ada masalah”, cetusnya.

Dan menurutnya Program tersebut berjalan dengan baik, bahkan ada beberapa desa yang telah memperoleh penghasilan dari pengelolaan Bibit Ayam tersebut.

“Tidak ada masalah, dan baik-baik saja. Bahkan ada beberapa Kelompok seperti di Tiyuh Wono kerto Tbt, Karta Tbu, dan tiyuh lainya sudah memperoleh pendapatan dari pengelolaan Ayam tersebut”, kilahnya

Namun anehnya, saat ditanyai lebih lanjut menganai indikator keberhasilan dari Program tersebut. Ia enggan memberikan komentar, dan hanya menjawab jika itu pengadaan tersebut sudah dijalankan dengan sebagaimana mestinya.

“Ya Pengadaan tersebut sudah selesai. Dan bahkan tahun ini kita rencanaya kembali akan mengadakan lagi. Namun akan ada penambahan jika disetujui dari bidang anggaran”, elaknya.(medi/tim)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.