Puluhan Tahun, Siswa-Siswi SDN2 Rejomulyo Belajar Diruang Darurat




Foto Riki ;

Foto Riki ; Ratusan Siswa SDN 2 Rejomulyo, Kecamatan Abung Timur rela belajar diruang yang memprihatinkan.

Berita24.id : Lampung Utara — Demi untuk mendapatkan ilmu Siswa-Siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Rejomulyo Kecamatan Abung Timur Kabupaten Lampung Utara (Lampura) harus rela belajar diruangan yang sangat memprihatinkan bahkan ruanganya sangat darurat.a

Betapa tidak, kondisi bangunan yang tidak layak dan jauh dari rasa nyaman dan aman terpaksa tetap digunakan untuk proses belajar mengajar. Hal itu dikarenakan bangunan yang digunakan sudah lama serta kondisi yang sangat memprihatinkan, seperti bangunan yang sudah Kropos, Plapon yang sudah jebol hinga terlihat kerangka atapnya.‎

Sejak dibangun pada tahun 1982 silam, SDN 2 Rejomulyo tak kunjung ada perbaikan dan penambahan lokal, sementara jumlah siswa setiap tahunnya makin bertambah dan harus rela menggunakan ruangan Perpustakaan dan rumah Kepsek yang sudah lama tak terpakai karena termakan usia.

‎Sementara kondisi yang memprihatinkan ini sudah lama berjalan, bahkan dari pihak KUPT dan Dinas setempat pernah berkunjung, namun sayangnya kunjungan tersebut hanya isapan jempol saja karena SD tersebut tak kunjung diperbaiki.‎

“Sudah hampir sepuluh tahun ini, terpaksa anak didik belajar digedung perumahan Kepsek yang sudah hampir roboh,” Keluh Kepala SDN 2 Rejomulyo Sunarso.

Dia mengatakan, ‎dirinya sudah sering mengajukan Profosal agar sekolah yang dipimpinya mendapatkan perhatian dan perbaikan, namun hingga saat ini tidak kunjung ada perbaikan, padahal kondisi ini sangat memprihatinkan.

“Sudah berulang kali saya mengajukan profosal, bakhan dari pihak KUPT dan Dinas Pendidikan sudah pernah mengunjungi sekolah kami, tapi masih saja tidak ada realisasi dari Dinas terkait,” Ungkapnya, seraya mencetuskan terpaksa menggunakan lokal yang nyaris roboh.

Dia menambahkan, aktivitas terus berjalan seiring jumlah siswa yang ada, bahkan kami merasa khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.

Dengan Jumlah siswa 112 Orang, dari kelas 1 samapi kelas 6, dengan proses belajar mengajar dalam ruangan seadanya, dan kondisi yang sangat memprihatinkan.

‎”Kami khawatir pak, dengan kondisi seperti ini, akan terjadi hal-hal yang tidak di inginkan pada anak didik kami, jadi kami mohon Pemkab dan pihak terkait dapat membuka pintu hatinya, demi Cita-cita dan masa depan anak-anak negeri ini,” Tuturnya.(riki/si)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan