Sekda Mesuji Sampaikan Nota Pengantar KUPA – PPASP Tahun 2020




Berita24.id  : Mesuji — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mesuji Syamsudin mewakili Bupati Mesuji menyampaikan Nota Pengantar Kebijakan Umum Perubahan APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (KUPA-PPASP) Kabupaten Mesuji Tahun 2020 dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Mesuji Elfianah di Gedung DPRD Kabupaten Mesuji, Selasa (18/08/2020).

Dalam penyampaian nota pengantar, ada tiga subtansi yang disampaikan. Pertama, Kebijakan Pendapatan Daerah Kabupaten Mesuji sebesar Rp 805.102.286.502,89 atau turun 11,81% dari APBD murni. Kedua, Kebijakan Belanja Daerah Kabupaten Mesuji sebesar Rp 911.015.383.311,50 atau turun 2,61% dari APBD murni. Ketiga, Pembiayaan Daerah sebesar Rp 105.913.096.808,61.

Dalam penyampaian nota pengantar tersebut disampaikan program pemerintah daerah yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Mesuji tahun 2020 dalam menghadapi pandemi Covid-19, antara lain di bidang kesehatan, jaring pengaman sosial, pemulihan ekonomi, infrastruktur, perumahan dan permukiman, pendidikan, dan lain sebagainya.

“Penyusunan KUPA-PPASP ini disesuaikan dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 Dalam Rangka Penanganan Pandemi Covid-19 dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan PMK Nomor 87 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Dana Insentif Daerah Tambahan Tahun Anggaran 2020,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi perekonomian saat ini masih dihadapkan dengan tantangan eksternal yang bersumber dari pemulihan ekonomi global yang masih terbatas, serta harga komoditas ekspor yang masih menunjukkan tren penurunan akibat adanya wabah pandemi Covid-19 tahun ini. Namun demikian, kondisi perekonomian Kabupaten Mesuji masih akan tetap tumbuh dengan dukungan berbagai sektor terutama Bidang Pertanian Sub-Sektor Tanaman Pangan.

“Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Mesuji pada awal tahun 2020 diprediksi tumbuh melambat sebesar 1,73% di tengah pandemi Covid-19 ini. Sebagai pembandingnya, berdasarkan data yang diolah oleh Bank Indonesia bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung pada Triwulan I tahun 2020 diperkirakan tumbuh pada kisaran 1,73% – 2,0%,” ucapnya. (ADV)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.