Sempitnya Lahan Pertanian, Tradisi “Nugal” Padi Mulai Ditelan Zaman




Foto Yadi : Masyarakat Tubaba masih pertahankan tradisi Nugal / nanam Padi secara berkelompok.

Foto Yadi : Masyarakat Tubaba masih pertahankan tradisi Nugal / nanam Padi secara berkelompok.

Berita24.id : Tulangbawang Barat —- Nugal, Salah Satu Tradisi Menanam Padi Khas Warga Masyarakat Lampung Khususnya Di Tulang Bawang Barat Sekarang Mulai Berkurang.

Berdasarkan kegiatan petani dari berbagai macam cocok tanam ada salah satu keunikan dari masyarakat lampung yaitu “Nugal” atau biasa di namakan nanem padi dengan beramai-ramai masyarakat ber kelompok khususnya di Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) sekarang sudah semakin berkurang. Sabtu, (15/9/2018).

Foto Yadi : Masyarakat yang tetap mempertahankan tradisi Nugal.

Foto Yadi : Masyarakat yang tetap mempertahankan tradisi Nugal.

Baheromsyah, salah satu pemilik perkebunan atau sawah yang saat masih melakukan penanaman padi dengan cara menugal mengatakan, tradisi ini sudah mulai hilang ditelan jaman. Padahal tradisi ini bila tetap dipertahankan tentunya dapat memupuk rasa kebersamaan.

“Kami biasanya sebelum menanam padi terlebih dahulu melakukan mahau-pahau (ritual) supaya di jauhi dari serangan hama, burung dan hama lain sebagai nya,”kata Baheromsyah.

Foto Yadi : Masyarakat Tubaba saat melakukan tanam.padi secara kelompok.

Foto Yadi : Masyarakat Tubaba saat melakukan tanam.padi secara kelompok.

Dikatakannya, dari beberapa ritual yang di lakukan sebelum menanam padi ada salah satu keunikan dari larangan-larangan yang harus di patuhi atau pantangan karena konon bisa menyebabkan padi tersebut akan gagal.

“Saat melakukan ritual Nugal ini banyak pantangan yaitu, tidak boleh bawa ikan hidup di kebun yang mau di konsumsikan, dan tidak boleh mandi di tempat perkebunan yang akan di tanami harus mandi sebelum berangkat, dan tidak bisa berbahasa yang berbaur kasar atau menarik perhatian setan dan banyak lain-lain sebagainya.”jelasnya.

Dipaparkannya, hilangnya tradisi Nugal ini tentunyadi sebabkan berkurangnya lahan hutan yang sudah beralih fungsi menjadi perkebunan karet, singkong, sawit dan lain-lain.

“Meskipun penyebab itu, kami tetap mempertahankan acara seperti ini yang bertujuan berbaur dengan lingkungan dan menciptakan keragaman masyarakat dan tetangga dan keluarga,”tungkasnya, (yadi/si).




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan