Setelah di Razia, Kasat Pol-PP PKL Bisa Kembali Berjualan




Foto Riki :  Kasat Pol-PP saat berkoordinasi dengan pedagang.

Foto Riki : Kasat Pol-PP saat berkoordinasi dengan pedagang.

Berita24.id : Lampung Utara — Plt.Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat.Pol PP) Kabupaten Lampung Utara, bersama Jajaran akhirnya bergerak cepat mengambil langkah dengan menyambangi para Pedagang yang ada di seputaran Tugu Payan Mas Kotabumi, guna mendata serta memberikan Arahan dan Aturan yang harus di taati oleh para pedagang, Pasca Razia Gabungan Kemarin.

Diketahui, Pasca Razia gabungan yang dilakukan Pihak Sat.Pol PP kemarin (3/9/2018), Tugu Payan Mas tampak sepi dari Pengunjung maupun para Pedagang yang biasa mangkal di Tugu tersebut. Yang diketahui menjadi salah satu Simbol dan tempat Wisata Lokal Warga masyarakat Lampura, maupun para Pendatang, untuk menikmati suasana santai bersama Keluarga maupun Sahabat, di Area yang terletak di Jantung Kota Kab.Lampura.

Menurut, Saiful (51) salah satu Pedagang yang biasa mangkal di Seputaran Tugu Payan Mas, saat kami Konfirmasi terkait hal ini mengatakan, bahwa membenarkan Plt.Kasat Pol PP bersama Jajarannya sekira Pukul 16.00 Wib, telah menemui para Pedagang, dan melakukan perbincangan secara Intensif, serta menghimbau untuk dapat kembali berjualan seperti biasa, dan menyarankan kepada para pedagang untuk dapat mentaati Aturan yang telah di sepakati bersama.

“Iya mas, tadi sekitar Jam.16.00 Wib bapak Kasat Pol PP, bersama anggotanya datang menemui kami para pedagang, dan menghimbau untuk tetap dapat berjualan seperti biasa, tetapi tidak boleh melanggar Aturan, seperti berjualan di Trotoar dan Bahu Jalan, dan mengajak bersama-sama untuk dapat menjaga Kebersihan,” Jelas Saiful.

Ditempat terpisah, saat kami Konfirmasi dengan Plt.Kasat Pol PP, Doni F Fahmi melalui Telpon Selulernya mengatakan, bahwa Razia gabungan yang dilakukan Pihaknya kemarin, Semata-mata untuk kepentingan kita bersama, sebagai bagian dari masyarakat Lampura, dalam memberikan Kenyamanan dan Ketertiban di Kab.Lampura, serta memang bagian dari Tugas Sat Pol PP, dalam menegakkan Perda no.8 Tahun 2009.

“Alhamdulilah, kita telah menemui para pedagang yang ada di Tugu Payan Mas, dalam rangka bergerak cepat menghimbau pada para Pedagang, agar tetap berjualan seperti biasa, dengan tidak melanggar Aturan-aturan yang telah kita berikan dan kita sepakati bersama dengan para Pedaang,” Terang Doni.

Menurutnya, terkait dengan Razia kemarin tidak ada maksud dari Sat Pol PP, untuk melarang para pedagang mencari Rizki, tetapi harus mentaati Aturan dan Arahan yang telah di berikan, dalam rangka tetap menjaga Kenyamanan, Ketertiban dan Keindahan Kab.Lampura, yang kita Cintai.

“Tidak ada maksud dalam Razia kemarin, untuk melarang para pedagang mencari Rizki, kami hanya menjalankan tugas dalam rangka memberikan Kenyamanan dan Ketertiban di tengah masyarakat,” Ungkapnya.

Dilanjutkannya, bahwa terkait dengan adanya isu Salar/Penarikan Uang Kebersihan pada para Pedagang, dijelaskannya bahwa sebelumnya dirinya telah berKoordinasi dengan Pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Pemungkiman, dan penjelasan dari Pihak Disperumkim bahwa hal itu tidak ada.

“Ya.,terkait adanya uang salar/penarikan uang kebersihan oleh Dinas Disperumkim, jelas hal itu tidak benar, saya sendiri telah berkoordinasi dengan Pihak Disperumkim,” Katanya.

Dan kami dapat informasi, memang benar adanya Penarikan uang kebersihan itu, atas dasar inisiatif dari para pedagang, hal itu di benarkan oleh Refan, salah satu para pedagang yang bertugas meminta uang kebersihan tersebut, guna diberikan kepada para Petugas Kebersihan yang biasa membersihkan Area Tugu Payan mas.

“Jadi dalam hal penarikan uang kebersihan tersebut, jelas bukan dari Pihak Disperumkim, tetapi atas inisiatif para pedagang, hal ini kami dapat atas pengakuan saudar Refan, salah satu pedagang yang biasa memungut uang kebersihan tersebut,” Jelas Doni.(riki/si)

 




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan