SPBU Hanya Pentingkan Pengecor, Kok DPRD, Pemda, Polres, Belum Bertindak !!




Foto Rahmad : Lebih Mementingkan Pengecor BBM Bersubsidi, DPRD, Pemda, Polres, Kok Belum Bertindak !!

Foto Rahmad : Lebih Mementingkan Pengecor BBM Bersubsidi, DPRD, Pemda, Polres, Kok Belum Bertindak !!

Berita24.id : Tulangbawang –Keresahan dan kekecewaan masyarakat Menggala, Kabupaten Tulangbawang mengenai sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak bersubsi di SPBU hingga saat ini belum direspon dengan cepat oleh pihak-pihak terkait, Minggu (02/08/18).

Padahal, masyarakat banyak berharap kepada para Wakil Rakyat, Pemerintah, dan Penegak Hukum, untuk dapat bertindak menegakan Pancasila ke-5 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Mirisnya salah satu SPBU yang melakukan permainan kotor di Kota Menggala itu, ialah milik BUMD Pemkab Tulangbawang, hal ini karena pihak pengelola lebih mementingkan pengecor pakai Jerigen, bahkan parahnya, masyarakat umum sampai tidak kebagian, walau itu dibuka selama 2 Jam setiap harinya dari pukul 06.00 – 08.00 WIB, mengingat kendaraan pengecor telah antri lebih dulu dari malam harinya.

Berdasarkan info yang didapat, di SPBU 24.345.107 Terminal Menggala, disetiap malam dini hari, untuk BBM jenis Premium dengan stok 8 Ton, dihabiskan oleh pengecor Jerigen 5 hingga 6 Ton, belum lagi ditambah pengecor yang menggunakan kendaraan mobil dengan jumlah hingga puluhan kendaraan. Alhasil di pagi dan siang stok BBM terutama premium dikatakan pihak pengelola SPBU habis.

Dengan ulah pihak pengelola SPBU yang lebih mementingkan pengecor ketimbang kepentingan masyarakat, warga Menggala mengancam akan turun ke jalan, jika pihak-pihak berwenang pemegang tongkat kekuasaan tindak bertindak.

Bahkan menurut beberapa warga Menggala, diantaranya Dhaliem, bahwa SPBU yang ada di Menggala terutama di SPBU 24.345.107 Terminal, lebih baik di bakar atau disegel agar tutup saja, dari pada tidak bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Kalo malam rame karyawan yang mengecor, tapi kalo pagi hanya 1 orang karyawan, itupun tutup jam 8 pagi. Saya sendiri sudah lupa bau dan warna Premium itu seperti apa,” ujar Ahmad Mustafid yang juga warga Menggala.

Demikian Richard menambahkan, bahwa ternyata pernah ada masyararakat yang mobilnya hanya takaran full tangki 30 liter, namun ketika diisi di SPBU menjadi 34 liter, padahal tangki kendaraannya juga masih ada sisa, tidak kosong.

“Anehkan, kok sampai berani begitu, mungkin ada oknum tertentu yang membekingi, soalnya bukan kali itu aja terjadi kecurangan, maka lebih baik ditutup total saja dahulu karena sudah jelas melanggar, kalo managemennya dan pengelolanya sudah ganti semua baru buka lagi, dari pada tidak ada faedahnya,” terang Richard.

Adapun terjadinya kecurangan ini, lantaran pihak SPBU berdalih BBM yang dicor untuk di kirim ke daerah-daerah pelosok Kabupaten Tulangbawang, tapi lucunya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar saja tidak bisa, namun sudah memikirkan wilayah pelosok, hal ini ditenggarai karena pihak pengelola SPBU mencari keuntungan dari pengecoran BBM bersubsidi tersebut, tanpa memikirkan masyarakat sekitar.

Sementara itu, pihak pengawas SPBU Terminal Menggala Heri, saat dihubungi melalui ponselnya untuk dikonfirmasi terkait kekecewaan masyarakat terhadap SPBU 24.345.107 yang lebih mementingkan pengecor sampai-sampai masyarakat umum tidak kebagian.

Bahwa menurut Heri, dirinya tidak bisa memberikan keterangan (berdalih), karena dirinya hanya seorang pengawas, dan harus berkordinasi dengan pimpinan terlebih dahulu. “Bukan nggak bisa kasih keterangan, tapi saya disini hanya pegawai,” kilahnya.(mad/si)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan