Tak Ingin Hilangkan Adat Memasak Juadah, Mulei -Menghanai Penumangan Tetap Pertahankan Tradisi




Foto Yadi : Kegiatan Mulei Menganai Penumangan saat membantu memasak kueh.

Foto Yadi : Kegiatan Mulei Menganai Penumangan saat membantu memasak kueh.

Berita24.id : Tulangbawang Barat — 
Adat Budaya Dan Tradisi Muli Menganai Tiyuh Penumangan Dalam Setiap Acara Masak Juadah (kue) Tetap Dan Tak Pernah Di Tinggalkan.

Dari setiap acara Pernikahan, khitan, aqiqah, dan lain-lain, muli menganai Tiyuh Penumangan selalu mendapatkan pekerjaan yang sipatnya positip dalam membantu sesama sodara suku lampung maupun trans. Minggu (9/9/2018).

Rani Marliana, salah satu muli yang ikut bergabung dalam kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan sepeeti ini memang selalu ikut dalam keragaman dalam mewujudkan tradisi seperti hari ini.

“Kami telah melakukan kegiatan memasak juadah (kue) memang sudah menjadi salah satu kegiatan yang selalu dilakukan dalam membantu tuan rumah dalam acara Pernikahan maupun aqiqah, “kata Rani.

Dalam bentuk silaturahmi dan tolong menolong sesama kita muli menganai Tiyuh Penumangan tidak pernah lepas dari sebuah kegiatan yang sipatnya positip untuk mewujudkan sebuah kreasi dan tak lupa juga jangan sampai kita menghapuskan adat dan budaya dan apa lagi tradisi.

Di tempat yang sama Luki Nurjaya, selaku Kepalo menganai Tiyuh Penumangan suku 5 dan 6 (Ketua pemuda) menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kekompakan dalam acara istilah tolong menolong sesama dalam membuat sebuah acara.

“Kegiatan ini tentunya salah satu cara untu berbaur dengan sipat yang bertujuan kebersamaan, mengingat muli menganai Tiyuh Penumangan. Tujuannya juga untuk tetap menjaga kompak,”tungkasnya. (yadi/si). 




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan