Tanam Padi Dimusim Kemarau, Dinas Pertanian Ajak Petani Lakukan Hal Ini




Foto Hendy : Kabid Pangan

Foto Hendy : Kabid Tahanan Pangan DPKH Mesuji Yusuf.

Berita24.id : Mesuji — Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Holtikultural (DPKH) Mesuji nampaknya harus bekerja ekstra dimusim kemarau basah saat ini dalam bercocok tanam khusus tanaman padi di Kabupaten Mesuji.

Pasalnya, kondisi saat ini akan berdampak buruk bagi petani untuk menanam padi bila memang tidak segera dicarikan solusi.

“Mengingat saat musim kemarau basah yang terjadi tentunya kita harus berupaya  mencari solusi dalam mempercepat penanaman padi yaitu secara tanam tugal/tajuk. Hal tersebut di lakukan supaya para petani padi di Kabupaten Mesuji dapat hasil yang bagus melihat cuaca yang tidak menentukan seperti ini,”paparnya.

Kabit Tahanan Pangan Yusuf mengatakan, kondisi cuaca yang tidak menentukan seperti saat ini memang sangat sulit dalam mengembangkan tanaman jenis padi atau sebagainya karena kondisi alam sehingga menyebkan berbagai faktor.

“Meskipun kondisi cuacah saat ini yang tidak menentu memang ada solusinya yakni petani harus menanam padi lebih awal dengan cara tanam tugal/tajuk. Hal tersebut di lakuakan demi mengatisipasi kadar air. Selain itu, tanam tugal ini juga untuk menyambut bulan oktober sampai Desembar yang diperkirakan akan ada hujan,”jelasnya Yusuf.

Bila melihat perkiraan cuacah saat ini sudah memasuki kemarau basah. Artinya untuk memaksimalkan tanaman padi sangat sulit karena kondisi air tidak mendukung ditambah air menjadi payau sehingga pertumbuhan padi tidak maksimal bahkan tidak produktif seperti yang kita harapkan.

“Bila kondisi seperti ini tentunya dapat mengakibatkan tanaman padi tumbuh tidak sempurna hingga penurunan 50% di bandingkan musim penghujan,”tegas Yusuf.

Masih imbuhnya Yusuf, dalam satu tahun para petani padi di mesuji bisa hingga 2 kali panen, hal tersebut berkendala dengan ada nya unsur air payau yang terjadi di beberapa, area persawahan yang ada di mesuji.

“Bila kondisi air dimesuji sangat memungkinkan maka petani padi ini bisa hingga 3 kali panen. Tetapi saat ini belum bisa dikarenakan sarana prasarana tidak mendukung,”tegasnya.

Untuk itu, kedepan kita berharap bila ingin menerapkan sistem tanam 3 kali setahun pemerintah harus membuat sumur bor untuk menyirami tanaman padi yang terkena dampak musim kemarau ataupancaroba.

“Solusi untuk tiga kali menamam persawahan harus dibangun sumur bor, supaya untuk kebutan pangan di Kabupaten Mesuji tercukupi. Dan para petani pun merasakan hasilnya,”pungkasnya.(hendy/si)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan