Teluk Betung Gelar Pemilihan Ketua RT




//Pemilihan Ketua RT Sebagai Sistem Demokrasi Dimasyarakat//

Foto Ilustrasi : Kelurahan Teluk Betung, Bandar Lampung mulai mengelar Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT).

Foto Ilustrasi : Kelurahan Teluk Betung, Bandar Lampung mulai mengelar Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT).

Berita24.id : Bandar Lampung — Pesta Demokrasi nampaknya tidak hanya dilakukan di Pemilihan Kepala Daerah, DPRD dan Kepala Desa/ Kampung saja. Kini Pemilihan Rukun Tetangga (RT) juga mulai diterapkan sistem transparan dan terbuka.

Pemilihan RT ini dilihat dari keantusias Warga Teluk Betung, yang mulai menerapkan sistem keterbukaan dalam menyampaikan aspirasi dan hak pilih.

Ketua Panitia Otto Darwis Moehaidin, SH, mengatakan, pemilihan Ketua RT, akan diikuti sebanyak 20 RT se kelurahan Teluk Betung. Ini terkait habisnya masa bhakti jabatan 20 RT di Kelurahan Telukbetung yang secara kolektif berakhir pada tanggal 2 Mei 2017.

“Pelaksanaan pemilihan RT se Kelurahan Telukbetung, Kecamatan Telukbetung Selatan, Dimulai sejak tanggal 10 April s/d 1 Mei 2012 dan sedang berjalan secara estapet disetiap RT,”jelas Otto yang didampingi sekertaris Supian, S.Sos, serta Penasehat  Muswir, A.Md, Anggota DPRD Provinsi Lampung.

Lebih dalam dikatakan Otto Darwin pemilihan Ketua RT ini berdasarkan Perwali Bandar Lampung Nomor. 80 Tahun 2012. Kedepan Perwali ini juga perlu disosialisasikan untuk meningkatkan kinerja kepengurusan Rukun Tetangga (RT) agar berdaya dan berhasil guna.

“Ini adalah sebagai aplikasi pesta demokrasi di wilayah terkecil sebagai pembelajaran  bagi pengetahuan masyarakat Kelurahan,” kata Otto, kepada wartawan Senin (24/5).

Menurut Otto, Perwali Bandar Lampung sebagai pedoman,  tidak adanya pemerataan tentang syarat-syarat calon RT,  karena melihat  latar belakang  dan kebutuhan warga Kelurahan,  dalam arti Perwali tersebut bukanlah harga mati.

“Pemilihan Ketua RT tidak lai bertujuan untuk memelihara dan melestarikan nilai-nilai kehidupan warga masyarakat, berdasarkan gotong royong dan kekeluargaan. Meningkatkan kelancaran tugas  pemerintahan,  pembangunan dan kemasyarakatan. Potensi swadaya masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan anggota masyarakat,”paparnya.

Dipaparkan Otto bahwa Ketua RT harus menjadi penghubung antar system, menampung aspirasi, masukan, usulan warga masyarakat  kepada pemerintah dan menyampaikan pesan pemerintah kepada warganya, jadi harus ada umpan balik antara warga dan pemerintah.

“Pelaksanaan pemilihan ketua RT, telah kita disampaikan Panitia melalui suratnya kepada unsur Pimpinan Kecamatan baik Camat, Kapolsek serta Danramil di Wilayah Kecamatan Telukbetung Selatan “bebernya.

Meskipun pemilihan Ketua RT akan tetapi, Animo warga yang mencalonkan diri berjumlah 38 orang, bagi calon tunggal Panitia menyediakan melawan kotak kosong, hal ini untuk menampung aspirasi warga melalui survey kotak kosong  di 20 lokasi RT Kelurahan Telukbetung.

“Pembentukan RT ini merupakan salah satu  dari 7 program prioritas Kota Bandar Lampung di bidang Good Governancepenataan pemerintahan yang baik, termasuk penataan ditingkat  aparat terbawah sebagai perpanjangantangan Lurah,” katanya.

Masa bhakti Ketua dan kepengurusan RT adalah 3 tahun dan dapat dipilih kembali,  dan akhirnya bagi calon terpilih melengkapi kepengurusan sekretaris dan bendahara RT, untuk di berikan Surat Keputusan (SK) oleh Lurah  yang disyahkan Camat  Telukbetung Selatan. (rls/put/sn)




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan