Terkait Penarikan Dana Sertifikat Prona Inspektorat Mesuji Segera Pangil Kades Wirajaya




Berita24.id : Mesuji — Terkait Penarikan Dana Pembuatan Sertifikat Prima di Desa Wirajaya, Tanjungraya, Mesuji akhirnya membuat Inspektorat Mesuji segera mengambil tindakan. Bahkan, pihak Inspektorat akan segera memanggil Kepala Desa setempat terkait penarikan dana sertifikat tersebut.

Sekertaris Inspektorat Mesuji Andi Subrastono saat dimintai keterangannya, bahwa dirinya besok (Senin Red) akan segera berkoordinasi dengan Kepala Inspektur Inspektorat serta dengan Irban terlebih dahulu.

“Kita akan turunkan tim untuk mengklarifikasi masalah ini,”singkat Andi Subrastono.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Wira Jaya, Kecamatan Tanjungraya, Mesuji, Wagino akhirnya akui kalau pembuatan Sertifikat Prona dikenai dana Rp500.000,. Namun dana itu untuk Pembelian Materai, pembuatan alaska dan sporadik.

Diakui Wagino, bahwa Desanya memiliki 114 buku dengan kalkulasi 103 murni tanah masyarakat yang belum memiliki sertifikat dan 11 bidang untuk tanah fasilitas.

“Pembuatan sertifikat didesa kami tentunya telah melalui rapat dan musyawarah kepada masyarakat terlebih dahulu bahkan melibatakan semua masyarakat dan ini juga merupakan kesepakatan sert tertuang dalam Peraturan Desa (Perdes) Wira Jaya,”kilahnya.

Namun sayang, pembuatan sertifikat tersebut masyarakat harus mengumpulkan berbagai persyaratan pembuatan baik berupa PTSL, salah satunya supradik, KTP dan KK. Bahkan, masyarakat juga disuguhkan surat kesepakatan, yang dikemas untuk menutupi biaya pembuatan sertifikat yang diminta.

“Jika masyarakat ingin mengajukan atau membuat pengajuan PTSL, maka akan dibuat kesepakatan bersama, jika setuju silahkan di tanda tangani jika tidakpun tidak di paksa,,”tegasnya.

Terkait uang sebesar Rp500 ribu yang di berikan masyarakat kepada pihak panitia, Lanjut Wahono, itu khusus di gunakan untuk pembelian materai, pembuatan alaska dan sporadik, biaya pemetaan tapal batas RT dan dana operasional RT serta panitia dan biaya administrasi untuk mengantarkan pemilik tanah saat pengukuran dan biaya pengisian data untuk pengajuan PTSL.

“Ini kesepakatan bersama masyarakat tidak ada paksaan kalau di sini biaya segitu saya kira umum mas,, karna memang biaya pembuatan sertifikat ini tidak ada sisanya melainkan habis untuk peruntukan pembuatan sertifikat,” Aku Wagino.

Saat ini lanjut Wagino, bahwa buku sertifikat sebagaian sudah di serahkan kepada masyarakat sisanya sebanyak 12 buku degan kendala kekurangan data saat ini masih dalam proses oleh pihak BPN. (*ardi)





Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.