Tingkatkan Kualitas, SDN 1 Kalibening Ikuti Kegiatan Standar Pelayanan Minimal




Berita24.id  : Lampung Timur — SDN 1 Kalibening kecamatan pekalongan kabupaten lampung timur mengikuti pembinaan standar pelayanan minimal (SPM) yang dilaksanakan oleh Pengawas wilayah kecamatan pekalongan kabupaten lampung timur di SDN 1 Kalibening. Senin (29/07/2019).

Acara yang serentak di adakan di empat tempat yang ada di kecamatan pekalongan kabupaten lampung timur ini dibuka langsung oleh pengawas masing-masing sekolah binaan nya.

Kepala sekolah SDN 1 Kalibening Guntoro S.p.d. mengatakan, kegiatan standar pelayanan minimal (SPM) ini bertujuan untuk peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan layanan pendidikan dasar.

Karena, dengan pembinaan implementasi SPM pendidikan dasar, diharapkan ada peningkatan kualitas pendidikan melalui kualitas pelayanan pendidikan yang dilakukan oleh satuan pendidikan.

“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong satuan pendidikan dan juga untuk meningkatkan diri secara bertahap, agar proses pelayanan terhadap orang tua siswa dan peserta didik dapat berjalan efektif, serta peningkatan kualitas paling utama dalam pendidikan bisa segera terwujud “. Ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, standar pelayanan minimal juga menjadi acuan mendasar bagi sekolah untuk membuat sebuah perencanaan dan penganggaran. Melalui evaluasi diri sekolah, maka sekolah menganalisa kekurangan dan kelebihan sekolahnya masing-masing yang kemudian dijadikan sebagai acuan pembuatan rencana kerja dan anggaran sekolah.

“Di sini ada skalaprioritas yang harus dicapai pada tahun-tahun tertentu sehingga secara bertahap semua sekolah bisa memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) “. Jelasnya.

Sementara, Pengawas wilayah kecamatan pekalongan Edy Ngatiman M.p.d mengatakan, Standar pelayanan minimal (SPM) ini khusus diperuntukkan untuk kabupaten lampung timur, sesuai petujuk dan arahan dari Kabit Dinas pendidikan dasar dan kebudayaan kabupaten lampung timur Bapak Sukarwin, mengajak semua komponen pendidikan yang ada di lampung timur untuk melakukan survei ulang berdasarkan instrumen-instrumen yang ada di SPM.

” SPM ini juga memajukan pendidikan, terutama yang paling di utamakan adalah dalam sarana dan prasarana “. kata dia.

Dikatakannya, dengan adanya kegiatan SPM yang tujuannya supaya pendidikan yang ada di lampung timur minimal menuju SMP, di mana standar nasional pendidikan telah di tentukan untuk SMP nilai nya batas minimal adalah 70%.

Sehingga lanjutnya, dengan survei ini kemungkinan nanti nya ada tindak lanjut dari Dinas pendidikan lampung timur dan Pemerintah kabupaten lampung timur untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan sekolah yang ada di Lampung timur.

“Sedangkan untuk materi yang di kerjakan adalah mengisi instrumen berdasarkan bukti ril yang ada di sekolah dan langkah awal ini setiap pengawas yang ada di kecamatan pekalongan mengumpulkan sekolah binaan nya, kemudian akan di berikan masukan supaya nanti dalam pengisian instrumen tidak ada kesalahan “. tandasnya.

Ditambahkan nya, Beberapa tahun yang lalu Kabupaten Lampung timur menjadi pilot dari Standar pelayanan minimal (SPM) salah satu Kabupaten di Indonesia menjadi contoh. (CAN).




Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.